Beranda Pendidikan SPMB 2026 SMAN 2 Karawang Dibuka, Jalur Prestasi Kini Gunakan Tes Potensi...

SPMB 2026 SMAN 2 Karawang Dibuka, Jalur Prestasi Kini Gunakan Tes Potensi Akademik

21
SMAN 2 Karawang
SMAN 2 Karawang mulai menyosialisasikan pelaksanaan SPMB 2026, termasuk tahapan PCMB, jalur prestasi, dan jalur domisili kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027 segera dibuka. Tahun ini, SMAN 2 Karawang mulai menerapkan sejumlah perubahan dalam mekanisme penerimaan siswa baru, termasuk hadirnya program Sekolah Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Panitia SPMB SMAN 2 Karawang, Rinrin, menjelaskan bahwa perubahan pada SPMB 2026 merupakan bagian dari kebijakan terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses sekolah.

“Tahun ini ada perubahan yang cukup signifikan karena diberlakukannya Sekolah Maung. Setiap kabupaten dan kota memiliki satu Sekolah Maung, sementara Kota Bandung memiliki dua sekolah,” ujar Rinrin.

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, proses penerimaan murid dibagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu PCMB, Tahap 1 jalur prestasi, dan Tahap 2 jalur domisili.

“Kalau sebelumnya Tahap 1 menggunakan jalur domisili, sekarang berubah menjadi jalur prestasi. Sementara Tahap 2 yang sebelumnya identik dengan prestasi, kini menjadi jalur domisili,” jelasnya.

Rinrin mengatakan, tahapan PCMB berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Seluruh proses SPMB 2026 dilakukan secara daring melalui situs resmi yang telah disediakan pemerintah.

Baca juga: Komisi III DPRD Karawang Datangi DLH, Soroti Kematian Massal Ikan di Irigasi Johar

Menurutnya, sistem SPMB 2026 kini sepenuhnya berbasis digital. Pihak sekolah hanya berperan sebagai fasilitator bagi calon murid dan orang tua yang mengalami kendala teknis saat pendaftaran.

“Kami hanya memfasilitasi calon murid dan orang tua yang belum memahami tata cara pendaftaran. Sekolah menyediakan komputer dan membantu mengarahkan prosesnya,” katanya.

Ia menjelaskan, sekolah tidak lagi membantu proses pemberkasan secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya. Petugas hanya melakukan pengecekan dokumen dan memberikan pendampingan teknis.

“Kalau dulu ada program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS), sekarang berubah menjadi PCMB,” ujarnya.

Pada SPMB 2026, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar (rombel) ditetapkan sebanyak 42 siswa per kelas. Kebijakan ini menjadi standar baru dalam pengelolaan kelas di sekolah menengah atas negeri.

Untuk memperluas sosialisasi PCMB, SMAN 2 Karawang bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Palumbonsari serta tokoh masyarakat setempat.

“Kami bekerja sama dengan pihak kelurahan untuk menjaring calon siswa melalui jalur PCMB sekaligus menyosialisasikan mekanisme penerimaan kepada masyarakat,” ucap Rinrin.

Tingginya minat masyarakat terhadap SPMB 2026 terlihat dari banyaknya calon siswa dan orang tua yang datang berkonsultasi langsung ke sekolah.

“Per hari ini jumlah pendaftar yang sudah datang dan berkonsultasi hampir mencapai 200 orang,” ungkapnya.

Rinrin menegaskan bahwa calon murid harus memahami aturan dalam SPMB 2026, terutama terkait pemilihan sekolah berdasarkan jalur domisili maupun jalur prestasi.

Baca juga: DLH Imbau Warga Tidak Konsumsi Ikan Mati yang Ditemukan di Sungai Leuweung Seureuh

“Tadi ada calon siswa dari Rawamerta yang ingin mendaftar ke sini. Namun kami jelaskan bahwa secara domisili jaraknya cukup jauh dari sekolah,” katanya.

Sementara itu, bagi calon siswa yang memiliki kemampuan akademik unggul, pihak sekolah menyarankan untuk memanfaatkan jalur prestasi. Pada SPMB 2026, jalur prestasi tidak lagi menggunakan sistem peringkat sekolah, melainkan berdasarkan hasil Tes Potensi Akademik (TPA).

“Jalur prestasi sekarang tidak lagi berdasarkan ranking, tetapi menggunakan nilai Tes Potensi Akademik atau TPA,” jelasnya.

Di akhir, Rinrin berharap seluruh peserta SPMB 2026 yang telah menentukan pilihan sekolah dapat menjaga komitmen terhadap pilihannya.

“Ketika sudah diterima di sekolah pilihan, kami berharap siswa tetap berkomitmen. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperoleh disia-siakan karena ada banyak calon siswa lain yang juga menginginkannya,” pungkasnya. (*)