
KARAWANG – Siswa SMA IT Mentari Ilmu, Muhammad Fathan Narendra, kembali terpilih menjadi wakil Kabupaten Karawang dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Provinsi Jawa Barat.
Tak hanya itu, siswa yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS SMA IT Mentari Ilmu tersebut kembali meraih predikat Best Speaker selama dua tahun berturut-turut dalam ajang LDBI.
“Jujur, menurut saya ini kesempatan yang sangat besar untuk bisa melaju ke tahap selanjutnya di tingkat provinsi,” ungkap Fathan.
Fathan mengaku bangga dapat kembali mewakili SMA IT Mentari Ilmu sekaligus Kabupaten Karawang dalam kompetisi LDBI tingkat Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan debat dan public speaking.
Baca juga: Kodim 0604/Karawang Gencarkan Operasi Sikat Begal di Tiga Kecamatan
“Menurut saya, saya harus berusaha dan berlatih lebih keras lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam kompetisi debat bukan hanya menyusun argumentasi, tetapi juga menjaga mental saat tampil di depan banyak orang serta menghadapi serangan argumen dari lawan debat.
“Kalau mentalnya drop, otomatis akan berimbas pada argumentasi kita,” ujarnya.
Menurut Fathan, mental menjadi faktor penting dalam perlombaan LDBI, karena kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan pendapat harus tetap stabil di bawah tekanan.
Selain itu, Fathan menyoroti salah satu tema debat yang dianggap paling menarik tahun ini, yakni mengenai gerakan feminisme. Ia menilai tema tersebut tergolong baru dalam ajang LDBI.
“Tema ini sebelumnya belum pernah dibawakan di LDBI,” tuturnya.
Baca juga: Lewat Expo Kesehatan, Primaya Hospital Hadirkan Puluhan Dokter Spesialis untuk Warga Karawang
Menurutnya, pembahasan mengenai feminisme lebih sering ditemukan dalam kompetisi debat tingkat perguruan tinggi, seperti Garuda Sakti Debate Competition (GSDC) yang diselenggarakan Universitas Singaperbangsa Karawang.
“Itu lumayan sensitif dan tantangannya kita harus menjabarkan secara umum tanpa berpihak,” akunya.
Lebih lanjut, Fathan berharap ekstrakurikuler debat di SMA IT Mentari Ilmu dapat terus berkembang dan melahirkan prestasi-prestasi baru.
“Jadi jangan hilang, harus tetap eksis. Walaupun tidak juara, ekskul debatnya harus terus berjalan,” pungkasnya. (*)














