Beranda Headline Kementerian Targetkan 80 Persen Sekolah Adiwiyata, Karawang Baru Capai 10 Persen

Kementerian Targetkan 80 Persen Sekolah Adiwiyata, Karawang Baru Capai 10 Persen

6
Sekolah Adiwiyata
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penaatan Peraturan Lingkungan DLH Karawang, Lucky Mandra Dwi Putra. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Target Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Karawang masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dikejar pemerintah daerah. Hingga saat ini, jumlah Sekolah Adiwiyata di Karawang baru mencapai sekitar 10 persen dari total sekolah yang ada, jauh dari target nasional sebesar 80 persen.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penaatan Peraturan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Lucky Mandra Dwi Putra, mengatakan target tersebut merupakan amanah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

“Ada amanah dari kementerian, jadi setiap kabupaten/kota se-Indonesia harus mencapai target 80 persen sekolah ikut serta dalam program Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Baca juga: Kompor Batik Listrik, Inovasi Anak Karawang untuk Pendidikan dan Pelestarian Budaya

Berdasarkan data DLH Karawang, jumlah sekolah di Kabupaten Karawang mencapai sekitar 1.500 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Artinya, sedikitnya 1.200 sekolah perlu terlibat dalam program Sekolah Adiwiyata agar target nasional dapat tercapai.

Namun hingga saat ini, capaian Sekolah Adiwiyata di Karawang masih berada di angka 10 persen.

“Nah, sekarang yang sudah ikut baru sekitar 10 persen. Makanya target ini harus terus dikejar secara bertahap,” kata Lucky.

Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi sekolah dalam mengikuti program Sekolah Adiwiyata adalah kesiapan sarana dan prasarana pendukung untuk memenuhi kriteria penilaian.

“Karena untuk masuk kriteria penilaian itu kan masih ada sekolah yang sarana prasarananya belum lengkap,” jelasnya.

Meski demikian, DLH Karawang terus meningkatkan pendampingan melalui kader Sekolah Adiwiyata agar semakin banyak sekolah yang siap mengikuti penilaian.

“Untuk timeline pelaksanaannya kita mengikuti kementerian. Sekarang sekolah-sekolah yang akan mengikuti sedang dalam tahap persiapan, dan kami fokus pada sosialisasi serta pendampingan,” terangnya.

Sementara itu, Kader Adiwiyata DLH Karawang, Usep Saepul Mikdar, menyebut jumlah sekolah yang mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk tingkat kabupaten ada sekitar 30 sekolah, tingkat provinsi 30 sekolah, dan menuju nasional sekitar 15 sampai 16 sekolah,” ujarnya.

Usep menambahkan, salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan program Sekolah Adiwiyata adalah pergantian kepala sekolah yang terkadang membuat program lingkungan tidak dilanjutkan.

Baca juga: Dari Duka Menjadi Karya, Sanggar Putri Damar Batik Konsisten Melestarikan Budaya

“Kadang-kadang kalau kepala sekolahnya berganti, programnya tidak dilanjutkan,” katanya.

Meski target besar masih harus dikejar, peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif tumbuhnya kesadaran sekolah terhadap pentingnya budaya peduli lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata.

“Harapannya program ini tidak hanya mengejar penghargaan, tapi benar-benar menjadi budaya di sekolah,” pungkasnya. (*)