Beranda Headline DLH Imbau Warga Tidak Konsumsi Ikan Mati yang Ditemukan di Sungai Leuweung...

DLH Imbau Warga Tidak Konsumsi Ikan Mati yang Ditemukan di Sungai Leuweung Seureuh

5
Aliran sungai irigasi
DLH Karawang imbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di aliran Sungai Irigasi BTuB2/CKM. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di aliran Sungai Irigasi BTuB2/CKM kawasan Leuweung Seureuh, Kabupaten Karawang.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian ikan tersebut. Saat ini, sampel air telah diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium guna mengetahui kondisi kualitas air dan kemungkinan adanya kandungan bahan pencemar.

Baca juga: DLH Karawang Selidiki Penyebab Ikan Mati Mendadak di Leuweung Seureuh

“Untuk sementara kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di lokasi tersebut. Kita belum mengetahui kondisi airnya seperti apa, termasuk nilai pH maupun kandungan lainnya. Saat ini sampel sedang diuji di laboratorium dan hasilnya diperkirakan baru keluar sekitar 14 hari ke depan,” ujarnya kepada tvberita melalui sambungan telepon pada Selasa, (2/6).

Menurut Lucky, langkah kehati-hatian perlu dilakukan sampai hasil pemeriksaan laboratorium diketahui secara pasti. Pasalnya, belum dapat dipastikan apakah kematian ikan disebabkan oleh perubahan kualitas air, limbah tertentu, atau faktor lingkungan lainnya.

“Karena kita belum mengetahui secara pasti kondisi airnya, termasuk tingkat keasaman (pH) maupun parameter kualitas air lainnya, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ikan tersebut. Kami khawatir apabila ada kandungan tertentu yang berbahaya justru dapat menimbulkan risiko kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, ikan yang mati secara massal di perairan yang diduga mengalami gangguan kualitas lingkungan berpotensi terpapar zat-zat yang tidak layak dikonsumsi. Oleh karena itu, DLH memilih menerapkan prinsip kehati-hatian sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Baca juga: Fenomena Ribuan Ikan Mati di Saluran Induk Irigasi Karawang Hebohkan Warga

“Kami minta warga tidak mengambil, mengolah, ataupun memperjualbelikan ikan yang ditemukan mati di lokasi kejadian. Tunggu sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan penyebab kejadian ini dapat diketahui secara jelas,” tegasnya.

DLH bersama Satgas Citarum Harum saat ini juga terus melakukan penelusuran dan pengumpulan data di lapangan guna mengidentifikasi penyebab kematian ikan serta memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Hasil investigasi dan uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut. (*)