Beranda Hukrim Kuasa Hukum Terlapor Bantah Kliennya Cekoki Air Kencing kepada Junot

Kuasa Hukum Terlapor Bantah Kliennya Cekoki Air Kencing kepada Junot

35
Kuasa hukum terlapor dugaan penganiayaan terhadap dua orang warga (Foto: Istimewa)

KARAWANG- Kuasa hukum oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) membantah melakukan penyekapan hingga memaksa minum miras maupun minum air urine kepada dua warga yang berprofesi wartawan dan pegiat medsos di Karawang, Jawa Barat.

Hal itu diutarakan kuasa hukum terlapor, Simon Fernando Tambunan kepada awak media di Karawang pada Selasa (27/9/2022).

Simon yang didampingi tim kuasa hukum lainnya dibawah Kantor Hukum Johnson Panjaitan & Partner menegaskan, pernyataan Gusti Sevta Gumilar atau Junot yang menjadi pemberitaan itu tidak benar dan terkesan berlebihan.

“Di sini kami tegaskan bahwa peristiwa penyekapan, pemaksaan minum miras dan air seni itu tidak ada,” katanya

Baca Juga: Kang RHD Sebut Penganiayaan Wartawan Cederai Demokrasi

Dia mengungkapkan, Gusti tidak memaparkan secara jelas kronologi awal penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Akan tetapi menceritakan pegalan-pegalan cerita seolah-olah seperti kejadian menyeramkan.

“Jadi kasus ini dipitong-potong per bagian sadistik. Terkait peristiwa utuhnya apa dia menjelaskan awal mulanya sehinga dia mendapat perlakuan yang dia nyatakan itu,” ungkap dia.

Dijelaskannya, kejadian itu bukan karena persoalan tugas jurnalistik.

Persoalan terjadi berawal dari sejumlah postingan media sosial Zaenal yang berisi provokasi terhadap klub sepak bola Karawang Persika 1951 maupun pribadi kliennya.

Baca Juga: Kritik Klub Sepakbola Karawang di Medsos, Dua Warga Diduga Dianiaya Oknum ASN Karawang

Atas postingan itu banyak masyarakat khususnya suporter yang kesal dan mencari keberadaan Zaenal.

“Karena ini sudah engga bisa terkontrol lagi. Maka klien kami ingin bertemu Zaenal dan Junot (Gusti) sendiri yang menawarkan untuk berangkat menjemput Zaenal. Memang beberapa insiden ada di situ, tapi bukan oleh klien kami, bahkan bukan seizin klien kami karena ada banyak orang di situ,” ungkap dia.

1
2
Artikulli paraprakDosen Unsika Kenalkan Pemasaran Digital kepada Para Pelaku UMKM
Artikulli tjetërPeringati Hantaru, Kepala BPN Ajak Berantas Mafia Tanah di Karawang