KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melepas keberangkatan jamaah haji Karawang yang tergabung dalam Kloter 9 dengan jumlah 444 orang di Islamic Center Al-Jihad, Jumat (1/5/2026). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa awalnya jumlah jamaah haji Karawang dalam kloter ini mencapai 445 orang. Namun, satu jamaah berhalangan berangkat karena sakit, sehingga total yang diberangkatkan menjadi 444 orang.
Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh jamaah haji Karawang untuk menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Baca juga: Pelantikan Mandiri Perdana, PPTSB Jawa Barat Tunjukkan Kemandirian Organisasi
“Kami juga memberikan syal sebagai ciri khas jamaah Karawang, mengingat di sana jutaan umat muslim berkumpul dari seluruh dunia,” ujar Aep.
Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan tumbler kepada jamaah sebagai langkah antisipasi menghadapi suhu ekstrem di Arab Saudi yang dapat mencapai 44 hingga 45 derajat Celsius. Fasilitas tersebut diharapkan membantu jamaah haji Karawang dalam menjaga asupan cairan selama ibadah.
“Selama kurang lebih 40 hari ibadah, kesehatan harus benar-benar dijaga. Itu menjadi kunci utama kelancaran ibadah,” tambahnya.
Pemkab Karawang bersama jajaran terkait juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi hingga layanan kesehatan bagi jamaah haji Karawang sejak tahap awal keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, menjelaskan bahwa satu jamaah yang tertunda keberangkatannya saat ini tengah menjalani perawatan. Jika kondisi kesehatannya membaik, jamaah tersebut berpeluang diberangkatkan bersama kloter berikutnya.
“Jika dalam satu minggu kondisi membaik, bisa diberangkatkan di gelombang kedua. Namun jika tidak memungkinkan, akan ditunda hingga tahun depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara optimal.
Sementara itu, Ketua DKM Al-Jihad, Acep Kusnadi, menyebut Kloter 9 merupakan bagian dari gelombang pertama keberangkatan haji tahun ini. Jamaah haji Karawang dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Madinah pada 2 Mei 2026.
“Di Madinah, jamaah akan melaksanakan salat arbain selama delapan hari, kemudian melanjutkan rangkaian ibadah ke Makkah,” ujarnya.
Baca juga: Rapat Minggon Palumbonsari Soroti DBD, BPJS TK, dan Sampah
Ia juga memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib dan aman, termasuk fasilitas bagi jamaah lanjut usia maupun yang membutuhkan bantuan khusus.
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat untuk berhaji membuat masa tunggu di Karawang mencapai 25 hingga 26 tahun, dengan jumlah calon jamaah sekitar 2.000 orang.
Pemerintah berharap berbagai upaya dan kebijakan ke depan dapat membantu mempercepat masa tunggu serta meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Karawang. (*)














