Beranda Uncategorized Karawang Luncurkan Program Zero Leprosy untuk Tekan Penyebaran Kusta

Karawang Luncurkan Program Zero Leprosy untuk Tekan Penyebaran Kusta

29
Zero Leprosy Project
Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat meluncurkan program Comprehensive Zero Leprosy Project sebagai langkah nyata melawan kusta dan stigma penyintas. (Foto: Antara)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, resmi meluncurkan program Comprehensive Zero Leprosy Project sebagai langkah serius untuk menekan penyebaran penyakit kusta di wilayah setempat.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan program ini tidak hanya fokus pada eliminasi kusta secara medis, tetapi juga sebagai kampanye melawan stigma dan diskriminasi terhadap penyintas.

“Program ini wujud komitmen pemerintah Karawang dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, adil, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat,” kata Aep di Karawang, Jumat (12/9/2025).

Baca juga: Ratusan Peserta Karawang Ikuti Pembekalan Magang ke Jepang Gelombang Kedua

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karawang, tercatat 81 warga masih menderita kusta, dengan 99 persen di antaranya merupakan kusta basah. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menginisiasi Comprehensive Zero Leprosy Project agar kasus kusta bisa ditekan dan dicegah.

Ada lima pilar yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyakit kusta, yaitu:

  1. Tidak buang air besar sembarangan.
  2. Rajin cuci tangan pakai sabun.
  3. Mengelola air minum dan makanan dengan bersih.
  4. Mengelola sampah dengan baik.
  5. Mengelola limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.

“Lima pilar ini harus kita jalankan bersama demi menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” ujar Aep.

Baca juga: 100 Siswa Karawang Ikuti Pembinaan Khusus di Barak 305 Kostrad

Menurut data Kementerian Kesehatan, penyakit kusta merupakan infeksi bakteri kronis Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Jika tidak ditangani, kusta bisa menyebabkan kerusakan permanen hingga kecacatan.

“Kusta menjadi ancaman serius bila tidak ditangani cepat dan tanpa kesadaran masyarakat. Program ini adalah ikhtiar kita bersama,” tegas Bupati Karawang. (*)