KARAWANG – Sebanyak 100 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karawang yang sempat terlibat dalam aksi anarkis akan mengikuti program pembinaan khusus di Barak 305 Kostrad pada November 2025 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah preventif pemerintah agar pelajar tidak kembali terjerumus pada aksi anarkis maupun tindakan melanggar hukum lainnya.
“Program ini masuk dalam skema perubahan anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Wawan, Kamis (11/9/2025).
Baca juga: Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 8,7 Gram Sabu
Wawan menjelaskan, meski SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihaknya tetap turun tangan menindaklanjuti kasus unjuk rasa yang melibatkan para siswa. Hal ini juga dilakukan atas permintaan Polres Karawang yang sebelumnya mengamankan para pelajar tersebut.
“Anak-anak yang terlibat berasal dari SMK. Kami diminta Polres untuk mengerahkan tim patroli pelajar guna melakukan pembinaan bersama,” terangnya.
Selain itu, pendekatan persuasif juga akan dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran siswa agar tidak mudah terpengaruh ajakan provokatif.
Wawan menegaskan, program ini diharapkan menjadi solusi preventif sekaligus sarana pembinaan karakter bagi siswa. “Kami mengajak seluruh pelajar di Kabupaten Karawang untuk lebih fokus pada pendidikan yang sedang dijalani,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Heri, menambahkan bahwa program ini telah disosialisasikan ke seluruh sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
“Seluruh sekolah sudah terdata berdasarkan hasil verifikasi laporan yang disampaikan kepada Ketua MKKS. Dari situ kami pilih siswa yang perlu didisiplinkan untuk mengikuti pembinaan di Barak 305 Kostrad,” jelasnya. (*)














