Beranda News Beasiswa Petani Muda Karawang Dibuka, Dorong Generasi Z Terjun ke Pertanian

Beasiswa Petani Muda Karawang Dibuka, Dorong Generasi Z Terjun ke Pertanian

15
Beasiswa Unsika
DPKPP Karawang bersama Unsika menghadirkan program beasiswa petani muda demi mencetak generasi penerus sektor pertanian. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadirkan program beasiswa petani muda guna mendorong minat generasi muda di sektor agraris.

Program beasiswa petani muda ini menyasar generasi Z dari keluarga petani agar mampu melanjutkan usaha dan jejak orang tua di bidang pertanian. Langkah ini menjadi strategi pemerintah daerah dalam menciptakan regenerasi petani di tengah menurunnya jumlah petani aktif.

“Bupati Aep melihat jumlah petani terus menyusut. Ini dikhawatirkan menurunkan populasi petani ke depan,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Karawang, Mahmud.

Baca juga: DPKPP Karawang Raih Predikat Dinas Terbaik, Produksi Padi Tembus Target Swasembada Pangan

Menurutnya, faktor usia menjadi penyebab utama berkurangnya tenaga tani. Karena itu, anak-anak petani di Karawang didorong melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa petani muda tersebut.

“Targetnya, setiap kecamatan punya petani muda,” tegasnya.

Seleksi peserta dilakukan secara administratif di DPKPP, mulai dari latar belakang sebagai anak petani hingga kepemilikan aset keluarga yang harus jelas. Selain itu, dukungan kebijakan seperti keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga tiga hektare turut meningkatkan minat masyarakat mengikuti program beasiswa petani muda.

“Peminatnya banyak. Hampir setiap kecamatan ada anak petani yang ikut,” katanya.

Untuk seleksi akademik, program ini mengikuti jalur penerimaan mahasiswa seperti SNBP dan bekerja sama langsung dengan Unsika.

Mahmud menambahkan, mahasiswa penerima beasiswa petani muda akan dibekali praktik lapangan di Unit Pengelolaan Jasa. Berbagai fasilitas modern telah disiapkan, mulai dari traktor, combine harvester, drone pertanian, hingga transplanter.

“Mereka bisa mengabdi di lapangan atau melanjutkan usaha orang tua dengan teknologi yang lebih modern,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Kelangkaan, Bulog Karawang Rutin Suplai Minyakita ke Puluhan Toko

Ia menjelaskan, sistem pertanian saat ini sudah berkembang pesat. Pengolahan lahan menggunakan traktor roda empat, pemupukan dilakukan berimbang, serta penanaman dan penyemprotan mulai memanfaatkan teknologi modern.

“Ini sejalan dengan visi Bupati untuk memajukan sektor pertanian. Kami ingin ada regenerasi petani muda, meski tidak bisa langsung seperti di Jepang,” pungkasnya. (dmr)