KARAWANG – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang mencatat capaian positif dalam penyusunan rencana strategis sekaligus realisasi swasembada pangan. Kinerja tersebut mengantarkan DPKPP meraih predikat dinas terbaik dalam Musrenbang RKPD 2027.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Karawang, Mahmud, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di sektor pertanian.
“Ini kerja menyeluruh, bukan hanya bidang saya. Produksi padi Karawang sangat tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Cegah Kelangkaan, Bulog Karawang Rutin Suplai Minyakita ke Puluhan Toko
Menurut Mahmud, capaian sektor pertanian tidak lepas dari dukungan UPTD pertanian kecamatan, para penyuluh, serta Babinsa TNI yang turut membantu percepatan tanam di lapangan.
Selain itu, berbagai instansi lain juga berperan penting, seperti PJT II, BBWS, dan PUPR dalam pengelolaan air serta infrastruktur pendukung pertanian. Koordinasi dengan dinas provinsi dilakukan melalui pengamatan dan identifikasi tanaman, sementara bersama Bulog pemerintah mengawal serapan hasil panen petani.
Saat ini harga gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Untuk tahun 2026, target produksi gabah Karawang ditetapkan sebesar 1,48 juta ton gabah kering panen.
“Luas baku sawah kita sekitar 101 ribu hingga 101,3 ribu hektare yang harus ditanami padi Karawang,” katanya.
Pada tahun 2025, target produksi ditetapkan sebesar 1,411 juta ton. Namun realisasinya meningkat dengan tambahan sekitar 38 ribu ton. Kenaikan tersebut menunjukkan sektor pertanian Karawang terus tumbuh positif.
Mahmud mengakui masih terdapat tantangan berupa berkurangnya luas baku sawah akibat pembangunan perumahan dan proyek strategis nasional. Karena itu, pemetaan lahan menjadi prioritas utama.
“Semakin luas sawah yang tersedia, semakin besar peluang peningkatan produksi gabah Karawang,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan pertanian, sekitar 87 ribu hektare lahan telah ditetapkan sebagai lahan abadi dan dilindungi melalui peraturan daerah agar tidak beralih fungsi.
Dengan capaian ini, Karawang diharapkan tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional dan terus memperkuat program swasembada pangan di masa mendatang. (dmr)














