Beranda News Tim Ekspedisi dan Bara Rimba Mencari Terumbu Karang di Laut Karawang

Tim Ekspedisi dan Bara Rimba Mencari Terumbu Karang di Laut Karawang

30

BEPAS, KARAWANG – Siswa SMKN 1 Rengasdengklok yang tergabung dalam ektrakurikuler Bara Rimba bersama penyelam dari Karawang Explore melakukan pelayaran dari Dermaga Sungai Buntu ke Terumbu Karang Ciparage.

 

Jarak antara Dermaga Sungai Buntu Kecamatan Pedes ke lokasi Terumbu Karang Ciparage sekitar 15 Km ditempuh selama 1 jam pelayaran. Selama pelayaran terlihat aktifitas nelayan yang menuju ke laut di pagi hari, menurut pemilik perahu sudah seminggu terjadi gelombang tinggi di pesisir Karawang.

Terumbu Karang Ciparage sendiri merupakan gugusan terumbu yang berjarak 4-5 Km dari pesisir Pantai Cibendo, Kecamatan Tempuran Karawang. Gugusan terumbu ini bertetangga dengan gugusan Terumbu Karang Sendulang, Cilamaya yang telah terangkat potensi wisatanya lewat wisata Pasir Putih Tangkolak.

“Tujuan survey awal ini adalah melihat hambatan apa saja yang akan kami hadapi saat pelaksanaan ekspedisi dan mempetakan potensi titik penyelaman nanti” tutur Dita Nureulia selaku Manajer Ekspedisi Karang ciparage, dari Bara Rimba, Minggu (14/7/2019).

Tidak kalah dengan Terumbu Karang Sendulang, Terumbu Karang Ciparage juga memiliki beberapa gugus terumbu atau gosong berpasir yang menjadi habitat koral atau karang.

“Identifikasi awal ada 5 gugus terumbu, kami memberinya kode sebagai identitas seperti gugus A1, A2, B1, B2 dan C” jelas Dita siswa kelas XII SMKN 1 Rengasdengklok ini.

Penamaan lokalnya sendiri merujuk pada tutur masyarakat sekitar seperti gugus Malang (A1), Cibendo (A2), Amben (B1), Tunggak (B2) dan yang paling besar adalah Pulo Gede Ciparage (C). Saat survey awal dilakukan selam permukaan atau snorkeling untuk memastikan kedalaman serta potensisi titik penyelaman.

Titik awal dilakukan pada gugus A1 pada kedalaman 1-3 meter, namun karena gelombang tinggi seminggu sebelumnya maka jarak pandang (visibility) sangat buruk.

“Tidak terlihat dan sangat kesulitan, hal ini dikarenakan pasir laut naik kepermukaan sehingga visibility kami zero,”kata Dita

Di titik ke 2 pada gugus C juga tim kesulitan dalam jarak pandang, air laut keruh karena efek gelombang tinggi seminggu berturut-turut. Walaupun jarak pandang yang keruh karena gelombang tinggi di Laut Jawa, dari hasil record video dapat terlihat permukaan gugus C terdiri dari pasir halus dan karang hermatipik atau karang terumbu.

“Pada kedalaman 1 meter di gugus C, kami menemukan hamparan pasir putih halus yang menjadi lokasi hidup karang terumbu”. Dari beberapa sempel koral yang diangkat juga didapatkan beberapa jenis koral seperti Acropora Cervicurnis, Acropora Elegantula, Acropoda Micropthalma, dan Montipora Danae.

Sementara itu ketua Karawang Explore mengapresiasi baik kegiatan Ekspedisi Karang Ciparage oleh Bara Rimba.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif untuk menggali potensi dilaut Karawang, dan sejalan dengan program di Karawang Explore,”kata Hadid.

Hadid memiliki harapan dengan adanya kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat kalau Karawang juga memiliki potensi wisata bahari. Potensi ini harus digali serta dijaga agar tetap memberikan manfaat pada masyarakat banyak terutama nelayan pesisir Karawang. (rls/kb)

Artikulli paraprakWali Kota Bersama Dandim dan Wakapolres Resmikan Program Karya Bhakti
Artikulli tjetërLestarikan Budaya Betawi, Mustikajaya Gelar Festival Bedug dan Dondang