Beranda Headline Prabowo Tegas: Korporasi Pengemplang Hutan Dikejar, 6,6 Triliun Masuk Kas Negara

Prabowo Tegas: Korporasi Pengemplang Hutan Dikejar, 6,6 Triliun Masuk Kas Negara

14
Presiden Prabowo Subianto saat hadir di Kejagung (Foto: setkab.go.id)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen negara dalam menegakkan hukum dan menjaga kekayaan nasional dengan menyaksikan langsung penyerahan laporan capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Di hadapan Presiden, Jaksa Agung ST Burhanuddin melaporkan bahwa Satgas PKH telah berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 4.081.560,58 hektare yang sebelumnya dikuasai secara ilegal. Dari jumlah tersebut, pada tahap V diserahkan kembali kawasan hutan seluas 893.002,383 hektare kepada negara.

Ribuan hektare lahan tersebut berasal dari perkebunan kelapa sawit ilegal seluas 240.575,383 hektare milik 124 subjek hukum yang tersebar di enam provinsi. Lahan itu diserahkan melalui Kementerian Keuangan dan Danantara untuk selanjutnya dikelola oleh Agrinas. Sementara itu, kawasan hutan konservasi seluas 688.427 hektare di sembilan provinsi diserahkan kepada Kementerian Kehutanan untuk pemulihan ekosistem.

Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana, Prabowo Pastikan Penyaluran Bantuan Berjalan Optimal

Tak hanya memulihkan penguasaan lahan, Satgas PKH juga mencatat capaian signifikan dalam penyelamatan keuangan negara. Jaksa Agung melaporkan penyerahan uang negara senilai Rp6,62 triliun, yang berasal dari penagihan denda administratif kehutanan sebesar Rp2,34 triliun terhadap 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang nikel, serta hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan perkara korupsi senilai Rp4,28 triliun.

Dana tersebut bersumber dari pengungkapan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan perkara impor gula yang ditangani Kejaksaan Agung.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta aparat penegak hukum yang terlibat. Kepala Negara menekankan bahwa penertiban kawasan hutan merupakan pekerjaan berat yang sarat tekanan dan perlawanan dari korporasi besar.

“Saya berterima kasih atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia. Ini pekerjaan yang sangat sulit, verifikasi jutaan hektare lahan, menghadapi korporasi-korporasi besar yang melakukan berbagai upaya perlawanan. Tapi negara tidak boleh kalah, kata Prabowo seperti dilansir dari setkab.go.id

Menurut Presiden, keberhasilan Satgas PKH menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak tunduk pada kepentingan yang merugikan rakyat serta lingkungan.

Acara tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.