Beranda Headline LASQI Karawang Gelar Diklat Seniman Muslim, Siapkan Regenerasi dan Prestasi Seni Islami

LASQI Karawang Gelar Diklat Seniman Muslim, Siapkan Regenerasi dan Prestasi Seni Islami

5
Seni Qasidah Indonesia
Ketua Umum DPD LASQI NJ Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (DPD LASQI NJ) Kabupaten Karawang menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Seniman dan Budayawan Muslim di Brits Hotel Karawang, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang diikuti para pegiat seni Islami dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang tersebut berlangsung selama dua hari hingga 31 Mei 2026. Diklat ini difokuskan pada penguatan manajemen organisasi, peningkatan kapasitas pelaku seni Islami, serta pemahaman regulasi di bidang kebudayaan.

Ketua Umum DPD LASQI NJ Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang melalui Bidang Kebudayaan yang terus memberikan pembinaan kepada para pelaku seni Islami di Karawang.

“Utamanya di bidang seni. Apalagi seni itu terbagi menjadi tiga, yaitu seni modern, seni tradisional, dan seni religi,” ujar Endang.

Ia juga mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., beserta jajaran yang dinilai konsisten mendukung pengembangan seni Islami dan kebudayaan daerah.

Baca juga: Anggota DPRD Karawang: Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Menguatkan Persatuan

Menurut Endang, pembinaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi seni Islami sekaligus meningkatkan prestasi para pelaku seni.

“Adanya upaya pembinaan yang berkelanjutan membuat kesenian Islam ini terus berkembang dan senantiasa diperlombakan,” katanya.

Endang menegaskan, para pelaku seni Islami harus terus berlatih dan meningkatkan kompetensi karena mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.

“Dengan bergulirnya kegiatan ini, Karawang diharapkan mampu menjadi juara, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila, mengatakan LASQI NJ telah menjadi wadah pembinaan yang kuat bagi perkembangan seni Islami di Kabupaten Karawang.

Menurutnya, pelaksanaan diklat tersebut sangat penting karena LASQI NJ saat ini menjadi salah satu barometer pengembangan seni Islami di Jawa Barat.

“Kegiatan diklat ini penting mengingat LASQI menjadi salah satu barometer kesenian Islami, khususnya di Jawa Barat,” ujarnya.

Sebagai salah satu penasihat LASQI NJ, Waya menilai keberadaan organisasi tersebut turut menjadikan Karawang sebagai daerah percontohan dalam pengembangan seni Islami, khususnya seni qasidah dan seni religi.

“Yang paling utama adalah bagaimana seni ini tetap menjadi sarana syiar Islam,” katanya.

Baca juga: Pemkab Karawang Gelar Sidak ASN, Pegawai Mangkir Terancam Sanksi dan Pemotongan TPP

Ia menjelaskan, berbagai bentuk seni Islami yang berkembang di Karawang saat ini antara lain terbangan, marawis, hadroh, hingga pop religi. Selain itu, terdapat pula kolaborasi antara seni religi dengan budaya Sunda, seperti dalam perlombaan bedug ngadulag.

“Kami telah menjuarai lomba ngadulag tingkat Provinsi Jawa Barat dua kali berturut-turut,” ungkapnya.

Waya menambahkan, tim yang mewakili Jawa Barat dalam ajang tersebut berasal dari LASQI DPD Karawang. Melalui kegiatan diklat ini, pihaknya berharap lahir kader-kader baru yang mampu menjaga prestasi dan mengembangkan seni Islami hingga tingkat nasional.

“Mengingat saat ini seni terbangan telah banyak mengalami modifikasi dan perkembangan, maka perlu regenerasi agar prestasi yang sudah diraih dapat terus dipertahankan,” pungkasnya. (*)