KARAWANG – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat mengolah dan mengonsumsi jeroan hewan kurban pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, khususnya bagian hati yang terindikasi terinfeksi cacing hati.
Kepala Bidang Peternakan DPKPP Kabupaten Karawang, dr. Nani Dwi Astuti, mengatakan hati sapi maupun domba yang ditemukan mengandung cacing hati sebaiknya tidak dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi hati hewan kurban yang terdapat cacing. Sebaiknya dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar,” katanya, Jumat (29/5).
Menurutnya, temuan cacing hati pada hewan kurban umumnya lebih sering ditemukan saat masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
Baca juga: Peringati Idul Adha, PKB Karawang Sembelih 4 Ekor Sapi untuk Warga
Ia menjelaskan, keberadaan cacing hati tidak selalu mudah dikenali karena ada yang terlihat secara langsung dan ada pula yang sulit dideteksi dengan mata telanjang.
“Cacing ini ada yang terlihat dan ada juga yang tidak terlihat. Dampaknya cukup berbahaya bila sampai dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Nani menuturkan, cacing hati memiliki bentuk pipih dan bersegmen. Risiko kesehatan dapat muncul apabila organ yang terkontaminasi dikonsumsi dalam kondisi tidak dimasak hingga matang sempurna.
“Kalau segmennya masih hidup lalu masuk ke tubuh melalui makanan yang tidak matang sempurna, cacing tersebut bisa berkembang di dalam tubuh,” jelasnya.
Baca juga: Komisi II DPRD Karawang Soroti Pengelolaan KDMP, Forum Desa Minta Kepastian Operasional
DPKPP Karawang mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti saat membersihkan dan mengolah jeroan hewan kurban, terutama stok daging kurban yang masih disimpan di rumah.
Selain memastikan kondisi organ dalam layak konsumsi, proses memasak hewan kurban juga harus dilakukan hingga matang sempurna guna mencegah risiko penularan penyakit.
“Pastikan jeroan dan daging hewan kurban diolah dengan baik serta dimasak sampai matang agar aman dikonsumsi,” pungkasnya. (*)















