Beranda Headline Kasus Diabetes Melitus di Karawang Capai 52 Ribu, Usia Produktif Mendominasi

Kasus Diabetes Melitus di Karawang Capai 52 Ribu, Usia Produktif Mendominasi

21
Diabetes melitus
Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kasus diabetes melitus Karawang terus menunjukkan angka yang tinggi. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 52.100 kasus diabetes melitus Karawang, dengan dominasi pada kelompok usia produktif.

Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menegaskan pentingnya deteksi dini dalam menekan angka diabetes melitus Karawang melalui pemeriksaan kesehatan rutin.

“Tujuan cek kesehatan gratis ini agar masyarakat mengetahui faktor risiko, mendapatkan edukasi, serta penanganan dini jika ditemukan penyakit,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: BGN Evaluasi SPPG, Karawang Siapkan Sistem Pelaporan Digital

Berdasarkan data, kasus diabetes melitus Karawang lebih banyak dialami perempuan dengan jumlah 32.506 orang, dibandingkan laki-laki sebanyak 19.594 orang.

Dari sisi usia, kasus diabetes melitus Karawang tertinggi berada pada kelompok usia 20 hingga 54 tahun dengan total 25.713 kasus. Sementara pada usia di atas 55 tahun tercatat sebanyak 22.938 kasus.

Selain itu, kasus diabetes melitus Karawang juga ditemukan pada kelompok remaja usia 15 hingga 19 tahun sebanyak 3.445 kasus, bahkan terdapat 4 kasus pada anak di bawah usia 15 tahun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa diabetes melitus Karawang tidak lagi identik sebagai penyakit usia lanjut, tetapi telah merambah kalangan usia muda.

Secara umum, diabetes melitus terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak akibat gangguan autoimun, sedangkan tipe 2 lebih banyak dialami orang dewasa yang berkaitan dengan pola hidup tidak sehat.

Yayuk menjelaskan, peningkatan kasus diabetes melitus Karawang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta pengelolaan stres yang kurang baik.

Baca juga: Dinkes Karawang Gelar Pelatihan ACF untuk Deteksi Dini Kusta

Untuk itu, Dinas Kesehatan Karawang terus mendorong masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini diabetes melitus Karawang.

“Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” pungkasnya. (*)