KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan evaluasi dapur SPPG Karawang yang dipimpin oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Dadang Hendrayuda.
Kegiatan evaluasi dapur SPPG Karawang ini diikuti sebanyak 1.006 peserta yang terdiri dari 414 Kasatpel, 178 yayasan, 414 mitra, serta puluhan undangan lainnya.
Dalam evaluasi dapur SPPG Karawang tersebut, Deputi BGN menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional dapur, mulai dari kebersihan, kualitas makanan, hingga sistem distribusi.
Baca juga: Kelurahan Palumbonsari Gelar Rapat Minggon, Bahas WFH hingga Pelayanan Publik
“Pengawasan harus memastikan program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah dapur dalam program evaluasi dapur SPPG Karawang di Jawa Barat mencapai 5.961 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 214 dapur berada di Kabupaten Karawang dan 130 dapur di Kabupaten Purwakarta.
Untuk wilayah Karawang, sebanyak 84 dapur SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai bagian dari standar dalam evaluasi dapur SPPG Karawang.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan pihaknya telah menerima arahan teknis yang jelas terkait pelaksanaan program tersebut.
“Kami telah menerima arahan yang sangat jelas terkait alur pelaksanaan evaluasi dapur SPPG Karawang di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas program. Jika ditemukan dapur yang tidak sesuai standar, pihaknya akan segera melaporkannya kepada BGN.
“Jika ada dapur yang tidak sesuai prosedur dalam evaluasi dapur SPPG Karawang, kami akan langsung melaporkan kepada BGN,” tegasnya.
Aep juga mengingatkan bahwa program ini tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi memastikan kualitas gizi bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar makan kenyang, tetapi makan yang memenuhi nilai gizi,” tambahnya.
Sebagai penguatan pengawasan, Pemkab Karawang akan menggelar pertemuan rutin dengan yayasan dan mitra setiap satu hingga dua bulan sekali dalam rangka evaluasi dapur SPPG Karawang.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sistem portal digital untuk pelaporan harian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Dinkes Karawang Gelar Pelatihan ACF untuk Deteksi Dini Kusta
“Nanti akan kami buat portal untuk upload kegiatan MBG setiap hari, dan kami tunjuk kepala dinas untuk mengontrolnya,” jelasnya.
Melalui evaluasi dapur SPPG Karawang ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta mitra dapat semakin kuat dalam menjamin keberhasilan program pemenuhan gizi bagi masyarakat. (*)















