KARAWANG, BEPAS- Bantuan Sosial (Bansos) atau bantuan ekonomi sudah ditutup 4 tahun terakhir akibat maraknya sasaran fiktif. Begitu pun dengan Bantuan Sarana Keagamaan (Bansara).
Namun, di sela Musrenbang Dapil IV di Tempuran, Anggota DPRD Karawang, H Budianto meminta Pemkab untuk tetap menutup bansos dan membuka Bansara lebih spesifik.
“Bansos cukup bagi DPRD menanggung beban, karena maraknya masalah sasaran. Tapi untuk Bansara, ini yang banyak di butuhkan warga saat reses, harap di permudah di Pokir dan dibuka kembali,” kata Budianto.
Â
Menurut Budi, pola bansara diharapkan bisa spesifik untuk rehabilitasi dengan besaran dari Pokir misalnya Rp10-25 juta, bukan saja aspirasi yang besarannya Rp150 – 200 juta per satu Musala, Majelis atau Masjjd. Karena rehab, atau pengadaan MCK Masjid dengan anggaran Rp25 juta saja cukup.
“Pola bansara ini yang kita ingin buat warga besarannya Rp10-25 juta, ” katanya.(ris)














