Karawang, Bepas – Setiap memasuki musim Penghujan musibah, Sungai Cilamaya sering meluap dan mengakibatkan banjir. Ketua Komisi lll DPRD Karawang H.Endang Sodikin mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan banjir di Cilamaya ini perlu di buat sebanyak satu juta sumur resepan sepanjang 29 km yaitu antara Cilamaya Wetan sampai dengan Jatisari.
“Terutama yang paling penting dan krusial adalah bagaimana sepanjang Barugbug sampai dengan Cilamaya membuat sumur resapan,” hujan nya usai melaksanakan Rapat Dengan pendapat ( RDP ) bersama pegiat lingkungan Fordas Cilamaya Berbunga, para kades dan stakeholder lainnya.
Tak hanya itu saja,kata Endang Sodikin, tanggul tanggul yang ada belum sesuai dengan harapan sebagai penahan banjir. Hal ini debit air yang berasal dari Sungai Cilamaya dan Ciherang tentunya karena berbarengan, sehingga secara otomatis keberadaan normalisasi tidak efektif.
Endang Sodikin menyebutkan, untuk membuat sumur resapan, pegiat lingkungan Fordas Cilamaya Berbunga dan PJT ll Jati luhur mendesak pihak SDA Provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan guna mengatasi persoalan banjir di Cilamaya.
Selain itu, sambungannya, di dalam RDP juga kades Barugbug berharap jalan yang di khususkan sepanjang jalan Barugbug -Jatisari. Karena saat ini masih menggunakan jalan milik PJT yang kondisinya sudah retak retak.
Mudah mudahan bisa segera di buatkan DED-nya oleh pihak Pemkab. Mungkin masih WPPS 2022, semuanya bisa masuk dengan program pembangunan yang baru,”jelasnya.
Ia berharap, terkait program pembangunan yang baru dan ada korelasinya dengan penanganan banjir ini dapat terealisasi di tahun 2022, termasuk sambungan antara jalan desa Cilamaya berbatasan dengan wilayah Subang harus di bangun jembatan.
Hal lainnya di dalam RDP juga ada keluhan saat musim penghujan, perumahan mutiara cilamaya yang berada di desa Tegalwaru kecamatan Cilamaya wetan sering banjir karena tidak adanya klep pintu air.














