Beranda Headline 5.430 KK di Karawang Terdampak Banjir Rob, Tambak Rusak Parah

5.430 KK di Karawang Terdampak Banjir Rob, Tambak Rusak Parah

58
Banjir Rob Karawang
Pesisir Kabupaten Karawang terdampak banjir rob (Foto: istimewa/detik.com)

KARAWANG – Sebanyak 5.430 kepala keluarga (KK) di sembilan kecamatan pesisir Kabupaten Karawang terdampak banjir rob yang terjadi sejak Jumat, 13 Desember 2024. Peristiwa ini menyebabkan sekitar 5.400 rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 40 cm di beberapa wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Mahpudin, menjelaskan bahwa puncak banjir terjadi pada Minggu, 15 Desember 2024. “Laporan dari wilayah sangat masif, terutama pada puncak kejadian hari Minggu,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu, 18 Desember 2024.

Baca juga: Angka Perceraian di Karawang Capai Rekor Baru pada 2024

Wilayah terdampak mencakup Kecamatan Tirtajaya, Cibuaya, Cipedes, Cilebar, Tempuran, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Pakisjaya, dan Batujaya. Meski saat ini kondisi banjir mulai surut, dampaknya terhadap mata pencaharian warga masih dirasakan, terutama oleh mereka yang bergantung pada tambak.

“Kondisi sudah mulai membaik, tapi dampaknya cukup terasa pada mata pencaharian, terutama tambak-tambak yang rusak,” tambah Mahpudin.

BPBD Karawang telah berkoordinasi dengan Bupati Karawang untuk menangani dampak banjir rob ini. Bantuan logistik telah disalurkan ke lokasi, dan satuan tugas (satgas) diturunkan untuk membantu proses evakuasi.

“Bupati langsung memimpin rapat koordinasi dengan para camat wilayah pesisir pada hari Minggu, memerintahkan kami turun langsung ke lapangan,” jelas Mahpudin.

Baca juga: Operasi Penertiban PPKS: Pengamen dan Anak Jalanan Ditertibkan Satpol PP Karawang

Ke depan, BPBD memastikan kesiapsiagaan petugas untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. “Kami menyiagakan petugas BPBD di wilayah, bersama aparat setempat seperti Kapolsek, untuk memonitor dan menangani kondisi darurat,” tutupnya. (*)