JAKARTA- Anggaran dan program pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah dan terus ditingkatkan guna mendorong kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat menanggapi isu pengurangan anggaran pendidikan akibat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” ujar Seskab Teddy di hadapan awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta seperti dilansir dari setkab.go.id, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, seluruh program strategis pendidikan dari periode sebelumnya dipastikan tetap berlanjut. Pemerintah, kata dia, justru memperkuat dan menambah berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Baca juga: Istana Bantah Produk AS Bebas Sertifikasi Halal
“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan, ada Program Indonesia Pintar berjalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy juga memaparkan upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pendidikan. Salah satunya melalui pembangunan sekolah rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto guna memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.
“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau bahkan tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, dalam satu tahun saja, sudah hampir 16.000 sampai 20.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini akan dibangun lagi 100 sekolah,” jelasnya.
Selain pembangunan sekolah rakyat, pemerintah juga terus memperbaiki bangunan sekolah di berbagai daerah. Hingga 2025, sekitar 16 ribu sekolah telah direnovasi dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun.
“Belum lagi nanti ada Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru yang sedang berjalan,” tambahnya.
Dalam pengembangan teknologi pembelajaran, pemerintah turut mendistribusikan televisi digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Hingga 2025, sebanyak 280.000 unit televisi telah disalurkan.
Rangkaian kebijakan tersebut menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG hadir bukan sebagai pengganti, melainkan pelengkap untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun generasi unggul, di mana pemenuhan gizi, akses pendidikan, dan peningkatan kualitas pembelajaran berjalan beriringan sebagai satu kesatuan kebijakan pembangunan nasional.














