Beranda Headline Jembatan Karawang-Bekasi: Peresmian Dulu, Kompensasi Belakangan

Jembatan Karawang-Bekasi: Peresmian Dulu, Kompensasi Belakangan

BEPAS, KARAWANG- Pemerintah dua kabupaten masih menghitung biaya kompensasi ojek perahu yang terdampak berdirinya jembatan Nincak Jaya yang menghubungkan Kecamatan Pebayuran di Kabupaten Bekasi dengan Kecamatan Rengasdengklok di Kabupaten Karawang.

Jembatan yang baru diresmikan hari ini, Rabu (12/2) oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Bupati Bekasi Eka Supriatmaja menelan biaya sampai Rp 85,2 miliar. Dengan panjang satu kilometer lebih atau 1.217,5 meter, dan lebar sekitar tujuh meter.

Kepala Dinas PUPR Karawang, Dedi Ahdiat menyatakan, ojek perahu yang terdampak jembatan semuanya merupakan warga Kabupaten Bekasi.

“Ada yang jadi pemilik perahu, ada yang berprofesi sebagai buruh pemilik perahu. Biaya kompensasi masih dihitung. Yang jelas, Pemkab Karawang tidak ikut patungan dalam kompensasi,” kata Dedi Ahdiat ditemui setelah peresmian jembatan.

Soal kompensasi ini, Dedi mengatakan, prosesnya sudah dimulai sejak tahun 2017. “Sudah dirapatkan tapi belum ditindaklanjuti sampai sekarang,” katanya.

Jembatan terpanjang se-Karawang Bekasi ini, kata Dedi, mestinya sudah diresmikan sejak 25 Januari 2019 lalu. Namun, karena padatnya kegiatan masing-masing pimpinan daerah, peresmian baru bisa diresmikan hari ini.

“Pembangunan jembatan dilaksanakan selama tiga tahun dan tiga tahap anggaran. Karawang mengeluarkan anggaran sekitar Rp 39 miliar, pemerintah Bekasi mengeluarkan anggaran sekitar Rp 22 miliar. Sisanya adalah anggaran dari provinsi,” ulas Dedi.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, jembatan yang oleh pemerintah Kabupaten Karawang dinamai Jembatan Nincak Jaya Rengasdengklok Pebayuran ini adalah perwujudan dari puisi Krawang-Bekasi yang ditulis penyair Chairil Anwar.

“Ini juga komitmen pemerintah dua kabupaten. Jembatan ini tidak ada kalau tidak ada komitmen antara Karawang dan Bekasi. Jembatan ini tidak ada kalau tidak ada persahabatan Cellica dengan Neneng Yasin (eks Bupati Bekasi),” kata Cellica.

Kepada masyarakat, Cellica berpesan agar warga menjaga keindahan jembatan. “Sekarang yang dinilai bukan hanya pembangunan tapi juga urusan estetika,” tutupnya. (fzy/kie)