
KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan komitmennya dalam membenahi sektor pendidikan melalui penataan sumber daya manusia (SDM) serta pengawasan ketat terhadap program MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Karawang secara menyeluruh.
Aep menjelaskan, mutasi besar di lingkungan Dinas Pendidikan telah dilakukan sesuai prosedur. Ratusan ASN mengalami rotasi, dengan mayoritas berasal dari kepala sekolah tingkat SD dan SMP.
Baca juga: KIIC Siapkan Rekrutmen Berbasis AI, Pencari Kerja Harus Siap
“Semua sudah kami laporkan ke BKN dan dipastikan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Menurutnya, penataan SDM menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola pendidikan Karawang, sekaligus mendorong peningkatan kinerja di setiap satuan pendidikan.
“Sekarang bukan lagi kerja individu, tapi kerja tim yang kuat,” tegasnya.
Selain penataan SDM, Pemkab Karawang juga terus melakukan pembinaan terhadap tenaga pendidik. Pemantauan dilakukan secara berkala agar kualitas pembelajaran dalam pendidikan Karawang terus meningkat.
Di sektor infrastruktur, pembangunan ruang kelas baru juga menjadi prioritas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sementara itu, pelaksanaan program MBG masih dalam tahap pengembangan. Dari target ratusan titik layanan, sebagian masih dalam proses verifikasi, bahkan ada yang dihentikan sementara karena belum memenuhi standar.
Aep menegaskan, kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh dikompromikan. Seluruh anggaran harus diterima secara utuh oleh siswa sebagai penerima manfaat.
“Tidak boleh ada pengurangan. Apa yang menjadi hak anak-anak harus sampai sepenuhnya,” katanya.
Ia juga mendorong pihak sekolah untuk aktif melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memberikan perlindungan bagi pelapor.
Besarnya anggaran dalam program MBG yang mencapai triliunan rupiah menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan.
“Program ini bukan hanya soal makan, tapi soal pemenuhan gizi dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Karawang akan terus melakukan evaluasi terhadap program MBG, termasuk menindak mitra yang tidak memenuhi standar, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik. (*)













