Beranda Headline Aksi Mahasiswa Unsika: Tuntut Penghentian Parkir Berbayar dan Transparansi Kampus

Aksi Mahasiswa Unsika: Tuntut Penghentian Parkir Berbayar dan Transparansi Kampus

29
Parkir berbayar unsika
Aksi mahasiswa Unsika menuntut penghentian parkir berbayar, penyediaan lahan parkir, hingga transparansi kebijakan kampus. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Puluhan mahasiswa Unsika menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan parkir berbayar di Kampus 2 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Meski pihak rektorat telah mengumumkan penghentian sementara, aksi mahasiswa tetap berlangsung karena dinilai belum menyelesaikan tuntutan.

Calvin, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, menuturkan bahwa polemik bermula ketika mahasiswa baru diminta membayar parkir berbayar pada awal Agustus. “Kami sudah mencoba konsolidasi sejak 8 Agustus. Awalnya ingin duduk bersama rektor, tapi hingga kini beliau belum menemui kami, makanya aksi mahasiswa tetap berjalan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Karawang Naikkan Anggaran Bantuan UMKM Jadi Rp20 Miliar pada 2026

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Umum, Dede Jajang Suyaman, menegaskan bahwa kerja sama kampus dengan vendor parkir berbayar telah dibatalkan. Pihak kampus kini menggratiskan parkir untuk sementara sambil mencari solusi bersama mahasiswa.

“Kami membuka opsi agar tarif parkir ditentukan bersama mahasiswa. Namun untuk tamu kampus, parkir tetap berbayar,” jelas Dede.

Beril, Koordinator Lapangan aksi mahasiswa, menegaskan bahwa capaian saat ini baru sebagian kecil. “Hari Jumat, 28 September 2025, akan ada check and balance di depan Rektorat untuk menilai sejauh mana tuntutan kami dipenuhi,” katanya.

Adapun tuntutan mahasiswa Unsika meliputi:

1. Penghentian penuh parkir berbayar

2. Penyediaan lahan parkir memadai

3. Keterbukaan informasi dan akuntabilitas (termasuk Lakip)

4. Keterlibatan mahasiswa dalam setiap kebijakan kampus

Baca juga: Ribuan Pekerja Karawang Tak Cairkan BSU, Rp1,1 Miliar Dikembalikan ke Negara

Beril menegaskan, mahasiswa Unsika siap menggelar aksi lanjutan jika aspirasi mereka tidak dipenuhi.

“Jika tuntutan diabaikan, kami siap melakukan aksi mahasiswa lebih besar, bahkan 10 kali lipat dari sekarang,” tegasnya. (*)