Beranda Headline Tata Kelola Pertanahan Jadi Sorotan di Seminar Nasional Unsika

Tata Kelola Pertanahan Jadi Sorotan di Seminar Nasional Unsika

4
Seminar nasional unsika
Ketua pelaksana seminar nasional, I Ketut Astawa, (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang menggelar seminar nasional bertema penguatan tata kelola pertanahan dalam mendukung ketahanan pangan, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan seminar nasional yang berlangsung di Aula Syekh Quro Unsika ini diikuti ratusan peserta dari mahasiswa S2 dan S1 Fakultas Hukum Unsika. Selain itu, seminar nasional ini juga dihadiri perwakilan Badan Pertanahan Nasional, DPRD Karawang, unsur pemerintah daerah, hingga aparat kepolisian.

Ketua pelaksana seminar nasional, I Ketut Astawa, menyampaikan bahwa tema ketahanan pangan dan tata kelola pertanahan sangat relevan dengan kondisi Karawang saat ini.

Baca juga: UTBK SNBT 2026 di Unsika Karawang Diikuti 12.508 Peserta

“Karawang dikenal sebagai lumbung padi nasional, namun juga berkembang sebagai kawasan industri. Tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan agar ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan industri dan perlindungan lahan pertanian produktif menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh mengorbankan sektor pertanian yang menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat.

Dalam seminar nasional tersebut, isu mafia tanah juga menjadi sorotan penting. Kehadiran aparat penegak hukum dinilai krusial untuk memperkuat pengawasan tata kelola pertanahan guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Fransiscus Xaverius Sumarja, Aslan Noor, dan Bambang Saputro. Ketiganya membahas persoalan pertanahan dari perspektif akademik maupun praktik di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang seminar nasional berlangsung. Sekitar 600 peserta memadati aula dan aktif berdiskusi mengenai isu pertanahan dan ketahanan pangan.

Ketut menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan dan tata kelola pertanahan masih menjadi perhatian utama yang perlu terus dikaji.

Baca juga: UNSIKA Gelar Seleksi S2 Gelombang II, Magister Manajemen Paling Diminati

Ia berharap, melalui seminar nasional ini, mahasiswa dapat memahami persoalan pertanahan secara komprehensif serta mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika pembangunan.

“Seminar nasional ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Unsika dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali mahasiswa untuk berperan aktif di masyarakat,” pungkasnya. (*)