Beranda Ekonomi & Bisnis Platform AI Journeycareer.ai Resmi Diperkenalkan di Launching Talent & Innovation Hub

Platform AI Journeycareer.ai Resmi Diperkenalkan di Launching Talent & Innovation Hub

35
Talent & Innovation Hub
Prof. Retno Purwani Setyaningrum, bersama tim Journeycareer.ai di Launching Talent & Innovation Hub yang diselenggarakan di aula gedung BPKK Bekasi. (Foto: Istimewa)

BEKASI – Balai Perluasan Kesempatan Kerja Bekasi resmi meluncurkan program Talent & Innovation Hub sebagai upaya mendorong pengembangan talenta dan inovasi berbasis AI (kecerdasan buatan), Selasa (28/4/2026).

Program Talent & Innovation Hub ini menghadirkan dua platform utama berbasis AI, yakni Journeycareer.ai dan Gap Analyzer, yang dirancang untuk mendukung proses rekrutmen tenaga kerja hingga program magang.

Pengembangan platform Journeycareer.ai ini dipimpin oleh Prof. Retno Purwani Setyaningrum dari Universitas Pelita Bangsa, bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia, Universitas Petra Surabaya, serta PT Prime Skill.

Baca juga: Talent & Innovation Hub Resmi Diluncurkan, Kemnaker Perkuat Ekosistem Inovasi

Sementara itu, pengembangan Gap Analyzer diketuai oleh Muafi dengan kolaborasi bersama UII, UPB, dan PT Lentera.

Prof. Retno menjelaskan, platform AI Journeycareer.ai atau E-Journey hadir untuk mempermudah proses seleksi pemagang maupun pencari kerja.

“Melalui sistem AI, proses rekrutmen bisa lebih cepat dan perusahaan dapat menemukan kandidat yang sesuai dengan kualifikasi,” ujarnya.

Selain membantu perusahaan, sistem AI ini juga memberikan manfaat bagi pelamar kerja. Journeycareer.ai mampu menganalisis kemampuan pelamar dan memberikan rekomendasi peningkatan kompetensi.

“Melalui fitur AI, pelamar bisa mengetahui skill yang perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

Platform AI tersebut bahkan mampu menganalisis kemampuan pelamar sejak masa kuliah, termasuk membaca pengalaman dan aktivitas akademik yang relevan.

Manajer Pemasaran E-Journey, Jeffy Tanaka, menyebut sistem AI ini dapat menampilkan laporan kelebihan dan kekurangan pelamar secara detail.

“Nanti ada notifikasi skill to improve. Dengan AI, pelamar bisa langsung tahu kompetensi yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pelamar dengan latar belakang IT yang ingin masuk ke posisi tertentu dapat langsung dianalisis tingkat kecocokannya melalui sistem AI.

Selain itu, teknologi AI juga membantu tim HR dalam proses rekrutmen dengan lebih efisien serta meminimalisir data palsu dari pelamar.

“Dengan AI, proses seleksi menjadi lebih objektif dan transparan,” tegas Jeffy.

Retno menambahkan, penggunaan AI dalam Talent and Innovation Hub juga berpotensi mengurangi antrean panjang pencari kerja di job fair.

“Dengan AI, pencari kerja tidak perlu lagi berdesakan di job fair hanya untuk satu lowongan,” ujarnya.

Program ini rencananya akan mulai diimplementasikan di sejumlah perusahaan di Karawang, dengan pengguna awal dari kalangan staf dan peserta magang.

Selain itu, platform AI ini juga mampu mengidentifikasi potensi tersembunyi (hidden talent) dari pelamar kerja.

Baca juga: Bapenda Karawang Gencarkan Sosialisasi PBB-P2, Ajak Warga Bayar Tepat Waktu

“AI bisa menemukan kecocokan lain, misalnya lulusan akuntansi ternyata lebih cocok di bidang pemasaran,” jelas Retno.

Ke depan, teknologi AI ini juga berpotensi diterapkan di lingkungan ASN untuk membantu penempatan pegawai sesuai kompetensi.

Platform Journeycareer.ai dan Gap Analyzer saat ini sudah dapat diakses melalui perangkat iOS dan Android.

Melalui Talent and Innovation Hub, diharapkan pemanfaatan AI dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. (*)