KARAWANG – Jejak sejarah prajurit kembali dihidupkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui pembangunan Tugu Tengkorak di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Jumat (24/4/2026).
Peletakan batu pertama pembangunan Tugu Tengkorak Lembah Pasir Ipis dipimpin langsung oleh Komandan Yonif 305/Tengkorak, Afdal Eko Putra.
Melalui Perwira Penerangan Yonif 305/Tengkorak, Addi Bima, disampaikan bahwa kawasan KIIC dulunya merupakan medan latihan penting bagi prajurit sebelum diberangkatkan ke daerah operasi.
Baca juga: Bupati Karawang Lepas 443 Jemaah Haji Kloter Pertama di Islamic Center Al Jihad
“Tempat ini menjadi saksi bagaimana prajurit ditempa secara fisik, mental, dan taktik tempur. Karena itu, pembangunan Tugu Tengkorak menjadi simbol untuk menjaga sejarah tersebut agar tidak hilang,” ujarnya.
Pembangunan Tugu Tengkorak tidak hanya sebagai penanda fisik, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi satuan. Nilai-nilai kejuangan, loyalitas, serta jiwa korsa yang dulu ditanamkan di lokasi ini akan terus dijaga melalui kegiatan tradisi di sekitar tugu.
Meski kini kawasan tersebut telah berubah menjadi wilayah industri modern, keberadaan Tugu Tengkorak diharapkan mampu mengingatkan generasi prajurit akan sejarah dan perjuangan para pendahulu.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, hingga perwakilan dunia industri. Hadir di antaranya perwakilan manajemen KIIC, Camat Telukjambe Barat, perangkat Kelurahan Margamulya, serta unsur TNI dan Polri.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi antara Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam menjaga nilai sejarah sekaligus memperkuat hubungan teritorial di Karawang.
Dalam arahannya, Danyonif 305/Tengkorak menegaskan bahwa pemahaman sejarah merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter prajurit.
“Prajurit yang kuat bukan hanya terlatih secara fisik, tetapi juga memahami nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulunya,” tegasnya.
Baca juga: Mentan Pastikan Ketahanan Pangan Aman Meski Terancam El Nino
Semangat tersebut tercermin dalam semboyan yang terus dijaga oleh prajurit Tengkorak:
“Daripada Menyerah Lebih Baik Mati, Bercermin Sebagai Tengkorak.”
Melalui pembangunan Tugu Tengkorak ini, Yonif 305/Tengkorak menegaskan bahwa perubahan zaman tidak akan menghapus sejarah. Justru dengan menjaga Tugu Tengkorak, nilai perjuangan akan terus hidup sebagai bekal prajurit dalam menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)














