Beranda Headline Bupati Karawang Lepas 443 Jemaah Haji Kloter Pertama di Islamic Center Al...

Bupati Karawang Lepas 443 Jemaah Haji Kloter Pertama di Islamic Center Al Jihad

3
Jemaah haji Karawang
Bupati Karawang melepas 443 jemaah haji kloter pertama di Islamic Center Al Jihad. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sebanyak 443 jemaah haji Karawang kloter pertama resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam prosesi pelepasan yang digelar di Islamic Center Al Jihad Karawang, Jumat (24/4/2026).

Pelepasan jemaah haji Karawang ini dipimpin langsung oleh Aep Syaepuloh. Ia menyampaikan bahwa total jemaah haji asal Karawang tahun ini terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).

“Alhamdulillah hari ini kami melepas jemaah haji Karawang kloter pertama sebanyak 443 orang, termasuk petugas pendamping,” ujarnya.

Baca juga: 13 Tahun Menunggu, Ma Anah Wujudkan Impian Haji di Usia 80 Tahun

Bupati menjelaskan, jemaah tertua dalam kloter tersebut berusia sekitar 82 tahun dan diperkirakan genap 83 tahun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sementara itu, jemaah termuda berusia 21 tahun.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, termasuk pelayanan bagi jemaah haji Karawang.

“Kami senantiasa mengevaluasi jalannya ibadah haji setiap tahun agar pelayanan semakin baik,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh jemaah sebelum keberangkatan.

Selain itu, ia mengapresiasi kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dinilai berjalan baik, mulai dari persiapan keberangkatan hingga fasilitas yang diberikan kepada jemaah haji Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti pentingnya identitas bagi jemaah selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut penggunaan syal khas Karawang dan kartu identitas menjadi penanda penting.

“Karena jutaan umat Islam berkumpul di sana, syal ini menjadi ciri khas agar mudah dikenali sebagai jemaah asal Karawang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kendala bahasa bisa menjadi tantangan bagi jemaah, khususnya yang berusia lanjut, sehingga identitas visual seperti syal sangat membantu.

Baca juga: Kisah Rian, Gen Z Karawang yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

Terkait isu global, Bupati memastikan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran, tidak akan berdampak terhadap perjalanan jemaah haji Karawang ke Arab Saudi.

“Perjalanan tetap normal, tidak ada perubahan rute. Semoga seluruh jemaah diberi kelancaran,” pungkasnya. (*)