Beranda Ekonomi & Bisnis Mentan: Indonesia Menuju Negara Pengekspor Beras, Impor Dihentikan

Mentan: Indonesia Menuju Negara Pengekspor Beras, Impor Dihentikan

5
Sektor pangan
Mentan Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia siap jadi pengekspor beras. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Indonesia mulai menunjukkan pergeseran strategis dalam sektor pangan, dari negara pengimpor menjadi calon pengekspor beras. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut sejak 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor dan optimistis tren tersebut berlanjut pada 2026.

“Alhamdulillah 2025 kita tidak impor beras. Insyaallah 2026 juga tidak impor. Kita doakan bersama,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, capaian ini didukung oleh meningkatnya produksi dalam negeri serta optimalisasi penyerapan hasil panen petani. Ketersediaan stok yang melimpah membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pengekspor beras.

Baca juga: Mentan Sidak Gudang Beras di Karawang, Pastikan Stok dan Transparansi

Sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah, di antaranya pengiriman bantuan beras ke Palestina sebanyak 10 ribu ton serta realisasi ekspor beras sebesar 2.280 ton pada periode sebelumnya. Saat ini, pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor dalam skala lebih besar guna memperkuat posisi sebagai pengekspor beras.

“Bulog sedang negosiasi, mudah-mudahan bisa ekspor 200 ribu ton. Bahkan kalau diminta 500 ribu ton pun kita siap,” katanya.

Permintaan dari luar negeri pun mulai berdatangan. Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Duta Besar India telah menghubunginya untuk meminta pasokan beras hingga 500 ribu ton, memperkuat peluang Indonesia sebagai pengekspor beras di pasar global.

Di tengah capaian tersebut, ia juga menyoroti perbedaan respons publik terhadap isu impor dan ekspor. Menurutnya, rencana impor dalam jumlah kecil kerap menuai perhatian besar, sementara realisasi ekspor justru kurang mendapat sorotan.

Baca juga: Cegah Penularan, Warga Karawang Diminta Rutin Vaksinasi Rabies

“Dulu baru rencana impor 1.000 ton saja ramai. Padahal itu sangat kecil. Tapi saat kita ekspor, beritanya kecil,” ungkapnya.

Dengan produksi yang terus meningkat dan cadangan yang kuat, pemerintah optimistis Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berperan lebih besar sebagai pengekspor beras dalam menjaga ketahanan pangan global. (*)