Beranda Headline Kisah Rian, Gen Z Karawang yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

Kisah Rian, Gen Z Karawang yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

7
jemaah haji termuda Karawang
Rian Ahmad Zainudin, jemaah haji termuda Karawang, berangkat ke Tanah Suci di usia 21 tahun. (Foto: Istimewa/kompas) 

KARAWANG – Rian Ahmad Zainudin (21) menjadi salah satu jemaah haji termuda Karawang yang berangkat ke Tanah Suci pada 2026. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 JKS bersama 442 jemaah lainnya yang diberangkatkan dari Islamic Center Al Jihad Karawang menuju Asrama Haji Bekasi.

“Menunggu dari 2014 pas saya kelas 3 SD umur 9 tahun. Sekarang Alhamdulillah mau berangkat di umur 21 tahun,” ujar Rian Ahmad Zainudin, Jumat (24/4/2026).

Rian Ahmad Zainudin mengungkapkan, dirinya telah mendaftar haji sejak duduk di bangku sekolah dasar atas inisiatif orang tuanya. Orang tuanya yang memiliki usaha penggilingan padi secara rutin menyisihkan rezeki untuk mewujudkan keberangkatan tersebut.

Baca juga: Mentan: Indonesia Menuju Negara Pengekspor Beras, Impor Dihentikan

“Berangkat sendiri soalnya dari keluarga udah semua,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Karawang, Rojak, menyebutkan bahwa Rian Ahmad Zainudin merupakan jemaah haji termuda Karawang di kloter 4 JKS. Sementara itu, jemaah tertua di kloter yang sama berusia 82 tahun.

Secara keseluruhan, terdapat 1.783 calon jemaah haji asal Karawang yang diberangkatkan tahun ini dalam lima kloter, termasuk kloter yang diikuti oleh jemaah haji termuda Karawang tersebut.

Rian juga berharap ke depan Karawang memiliki asrama haji sendiri agar proses pemberangkatan jemaah haji termuda Karawang maupun jemaah lainnya dapat berjalan lebih lancar tanpa kendala kemacetan.

Menurutnya, banyaknya keluarga yang mengantar jemaah sering menimbulkan kepadatan saat keberangkatan.

Baca juga: Brits Hotel Karawang Perkuat Aksi Sosial Lewat Donor Darah Bersama PMI

Dalam kloter tersebut, tercatat tiga jemaah menggunakan kursi roda. Rojak mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan mengikuti arahan selama menjalankan ibadah haji.

“Selalu mengikuti jadwal dalam kloter melalui pembimbing ibadah. Sehingga kesiapan mental dan kondisi menjelang wukuf di Arafah tetap sehat dan ibadah berjalan lancar,” ujarnya. (*)