Beranda Headline Tuai Konflik Internal, Sodikin Mundur dari Gerindra Karawang

Tuai Konflik Internal, Sodikin Mundur dari Gerindra Karawang

20

BEPAS, KARAWANG – Posisinya dipersoalkan sebagian pihak, Wakil Sekjen II Partai Gerindra Karawang, Sodikin, Lebih memilih mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Gerindra Karawang, Selasa (6/8) kemarin.

Surat bertanda tangan di atas materai tersebut, akan diserahkan Sodikin kepada Ketua DPC Partai Gerindra, Ajang Supandi, hari ini Rabu 7 Agustus 2019.

Diketahui sebelumnya, selain aktif di kepengurusan Partai Gerindra, Sodikin juga duduk sebagai Sekretaris Desa Cibalong Sari, Kecamatan Klari Kabupaten Karawang. Dan posisinya ini menuai konflik di internal Partai Gerindra Karawang itu sendiri.

“Sodikin itu diantara pengurus yang harus jadi catatan pengurus DPC, dan harus diganti karena perangkat Desa (Sekretaris Desa) itu dilarang menjadi Pengurus Partai pada Pasal 51 Huruf (g) UU Nomor 6 Tahun 2014. Ajang seharusnya paham karena dia mantan Kades, karena dalam PP 43 tahun 2014, sebagai perangkat teknis UU ini, Sodikin sudah melanggar dan diberhentikan sebagai Sekdes oleh Bupati melalui Kecamatan,” ungkap Wasekjen Partai Gerindra Junaedi beberapa waktu lalu melalui pesan singkatnya kepada beritapasundan.com.

Sodikin yang ditemui beritapasundan.com di Kantornya Desa Cibalong Sari, menjelaskan dirinya legowo jika harus mundur dari Partai Gerindra yang sudah ikut ia besarkan sejak masa kepemimpinan Ade Suhara, tahun 2000 lalu.

Menurutnya, demi kebesaran partai, jika dirasa keberadaannya membuat organisasi partai Gerindra tidak berjalan baik, ia siap mundur.

“Bukan karena ada perselisihan atau apa, saya mengundurkan diri demi kebaikan partai, dan saya mengundurkan diri karena kami adalah pelayan masyarakat, meski memang politik adalah hak sebagai warga negara,” ujarnya menjelaskan.

Menyangkut permasalahan adanya dualisme di internal partai Gerindra, Sodikin menyayangkan adanya dua kubu yang seharusnya jangan memberikan suasana yang panas dan harus menahan diri.

“Tidak ada yang ini melalui DPD, yang ini DPP, karena semua ini mekanismenya harus melalui AD-ART partai,” ulas Sodikin lebih lanjut.

Terkait adanya orang ketiga dalam internal Partai Gerindra, Sodikin menuturkan penyesalannya, mengingat Partai Gerindra Karawang saat ini sudah besar dengan capaian 8 kursi di parlemen.

“Kami para kader di bawah, sangat menyayangkan keadaan partai yang terbaik telah digembosi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang tahu potensi partai ini semakin besar dan bagus, dan seharusnya hal ini disadari oleh para pemimpin partai,” ucapnya menyayangkan.

Namun demikian, bagi Sodikin, siapa pun yang memimpin. yang terpenting bisa menjalankan roda Partai Gerindra menjadi semakin jauh lebih baik lagi.

“Dalam dunia politik itu hal yang wajar jika ada riak-riak, karena sifatnya yang dinamis, meski kader partai angkatan ke-11 Hambalang menyayangkan saat ini adanya perebutan kursi pimpinan di partai gerindra,” pungkasnya. (Nna/kie)

Artikulli paraprakPDAM Tirta Tarum Karawang Nunggak Pajak Ratusan Juta
Artikulli tjetërAsupan Gizi yang Baik Pada Ibu Hamil dan Balita Cegah Anak Stunting