
KARAWANG – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang, Abas Sudrajat, mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup Karawang guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran.
Ajakan tersebut sejalan dengan meningkatnya olahraga sebagai gaya hidup Karawang yang terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam aktivitas fisik di ruang publik, terutama pada akhir pekan.
Menurut Abas, tren masyarakat yang aktif berolahraga menjadi indikator positif. Ia menilai semakin banyak warga dari berbagai usia memanfaatkan fasilitas umum untuk berolahraga, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Baca juga: Karawang Half Marathon 2026 Siap Digelar, Dorong Sport Tourism Karawang
“Kalau kita lihat setiap Sabtu dan Minggu, masyarakat yang berolahraga sangat banyak. Tidak mengenal usia, semua ikut terlibat. Ini menunjukkan olahraga sebagai gaya hidup Karawang sudah mulai terbentuk dengan baik,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia juga menyoroti peran organisasi mitra seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia, dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia yang terus mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Kesadaran Olahraga Karawang Masuk 4 Besar di Jawa Barat
Abas mengungkapkan, tingkat kesadaran olahraga masyarakat Karawang kini menempati peringkat keempat di Jawa Barat. Capaian ini menjadi modal penting untuk memperkuat olahraga sebagai gaya hidup Karawang ke depan.
“Secara indeks, kita masuk peringkat ke-4 se-Jawa Barat. Ini harus kita jaga dan tingkatkan. Olahraga sebagai gaya hidup Karawang bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Melalui momentum Karawang Half Marathon 2026, pihaknya berharap semangat olahraga semakin meluas dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
Baca juga: Kasus Pencurian Terulang, Disdikbud Perketat Keamanan Sekolah Karawang
Ia menegaskan, olahraga sebagai gaya hidup Karawang diharapkan tidak hanya hadir saat event besar, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berpartisipasi. Olahraga harus benar-benar memasyarakat,” pungkasnya. (*)













