KARAWANG – Di tengah proses pembangunan asrama baru di Yayasan Nahdlatul Ishlahiyah, tersimpan kisah inspiratif seorang perempuan muda yang tumbuh dan mengabdi di lingkungan tersebut.
Titi Dewi Jayanti (26), warga Karawang, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan kembali memberi arti bagi sesama. Titi Dewi Jayanti kini dikenal sebagai salah satu pengurus aktif yang berperan dalam pengembangan yayasan.
Perjalanan Titi Dewi Jayanti dimulai sembilan tahun lalu saat ia berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas 10 SMK. Kala itu, ia sempat khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan biaya setelah lulus dari Madrasah Tsanawiyah.
Baca juga: Talent & Innovation Hub Resmi Diluncurkan, Kemnaker Perkuat Ekosistem Inovasi
Titik balik terjadi saat ia bertemu dengan sosok yang membawanya ke Yayasan Nahdlatul Ishlahiyah. Dari sanalah, Titi Dewi Jayanti mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMK.
Tidak berhenti di situ, Titi Dewi Jayanti terus menunjukkan kesungguhan dengan melanjutkan pendidikan tinggi. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Informatika dari STMIK Pamitran Karawang melalui beasiswa penuh dari yayasan.
Kini, Titi Dewi Jayanti melanjutkan studi S2 di Universitas Muhammadiyah Indonesia pada program Magister Manajemen Pendidikan Islam. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat kontribusinya dalam pengelolaan pendidikan di yayasan.
“Saya ingin memberikan dampak yang lebih besar bagi pengembangan yayasan, khususnya dari sisi manajemen pendidikan,” ujarnya.
Selama hampir satu dekade, Titi Dewi Jayanti menyaksikan berbagai dinamika di yayasan, termasuk momen haru saat pembangunan asrama baru dimulai. Baginya, proses ini menjadi simbol perjuangan panjang dalam menghadirkan fasilitas yang layak bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Yayasan tersebut menjadi rumah bagi anak-anak yatim, piatu, dhuafa, hingga anak terlantar. Sebagian di antaranya bahkan tidak memiliki keluarga untuk pulang saat hari raya, sehingga peran yayasan menjadi sangat penting.
Cobaan juga pernah datang pada 2022, ketika kebakaran melanda kawasan sekitar yayasan dan berdampak pada bangunan. Peristiwa itu menjadi pengalaman berharga yang semakin menguatkan komitmen Titi Dewi Jayanti dalam mengabdi.
Kini, setelah pernah menjabat sebagai bendahara dan dipercaya menjadi sekretaris, Titi Dewi Jayanti bertekad memastikan tidak ada anak yang harus menghentikan pendidikan karena kendala biaya.
Baca juga: Wakil Rektor Baru UBP Karawang Resmi Dilantik, Seleksi Dekan–Kaprodi Masuk Tahap Uji Kelayakan
Kisah Titi Dewi Jayanti menjadi cerminan bahwa kepedulian dan akses pendidikan mampu mengubah jalan hidup seseorang. Dari seorang penerima bantuan, ia kini tumbuh menjadi penggerak yang menyalakan harapan bagi generasi berikutnya. (*)














