KARAWANG – Sanema Tour menggelar kegiatan halalbihalal bertema Reconnect Baitullah yang diikuti ribuan jamaah umrah lintas angkatan sebagai ajang silaturahmi dan reuni. Kegiatan halalbihalal ini berlangsung di Mercure Karawang, Minggu (26/4/2026).
CEO Sanema Tour, Rafiudin Firdaus, menjelaskan bahwa konsep halalbihalal dikemas layaknya reuni besar yang menghadirkan jamaah dari berbagai angkatan keberangkatan.
“Semua angkatan kami undang, dari awal berdiri sampai sekarang. Alhamdulillah, selama 8 tahun Sanema Tour telah memberangkatkan ribuan jamaah,” ujarnya.
Baca juga: Dies Natalis ke-72, GMNI Karawang Tegaskan Semangat Marhaenisme
Ia menyebutkan, jumlah peserta dalam kegiatan halalbihalal tersebut mencapai sekitar seribu orang. Acara berlangsung sepanjang hari, dimulai sejak pagi dengan tausiyah oleh Ustaz Maulana serta penampilan salawat dari Gus Aldi.
“Setelah Dzuhur, suasana dibuat lebih santai dengan sesi reuni antarjamaah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dikemas dalam buka puasa bersama,” katanya.
Selain menjadi ajang halalbihalal, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menawarkan berbagai promo perjalanan haji dan umrah kepada para jamaah.
Rafiudin mengungkapkan, saat ini penyelenggaraan umrah tengah dihentikan sementara dan direncanakan kembali dibuka pada 15 Juni, seiring fokus pada pelaksanaan ibadah haji.
Ia juga menyoroti dinamika global, khususnya di Timur Tengah, yang berdampak pada kenaikan biaya perjalanan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih biro travel.
“Pastikan travel memiliki izin resmi, cek tiket dan jadwal penerbangan, serta sesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak terjadi kerugian,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, mengapresiasi kegiatan halalbihalal yang digelar Sanema Tour.
“Kegiatan ini sangat positif karena membantu menjaga kemabruran jamaah melalui silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kuota haji Kabupaten Karawang tahun ini mengalami penurunan dari sekitar 2.050 menjadi 1.799 jamaah. Meski demikian, realisasi keberangkatan justru melampaui target hingga mencapai 106 persen.
Rojak menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pihak travel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji dan umrah.
“Kami membutuhkan dukungan dari travel sebagai mitra dalam pelayanan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok haji, termasuk modus pengambilan biaya dengan dalih pembaruan data.
Baca juga: PMII Karawang Desak Bupati Usut Dugaan Ketidaktransparanan Mutasi Ratusan Kepsek
“Ini harus menjadi perhatian agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang tidak jelas,” ungkapnya.
Menutup kegiatan halalbihalal, Rojak menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah. (*)














