KARAWANG – Sindikat penipuan penyalur tenaga kerja di Karawang, Jawa Barat dibongkar polisi. Korban dari kejahatan itu mencapai 139 orang dengan total kerugian Rp 500 juta.
Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, ada dua tersangka yang diamankan dari kasus itu, yakni AS (56) warga Kecamatan Telagasari dan KD (56) warga Cikarang Utara, Bekasi.
Dua tersangka tersebut dari PT Kobra Jaga Negara sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja. Perusahaan ini beralamat di Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Karawang.
Baca juga: Diduga Tertipu, Ratusan Warga Karawang Laporkan Yayasan Penyalur Tenaga Kerja ke Polisi
“Pelaku AS menjabat sebagai pimpinan cabang perusahaan penyalur tersebut, dan KD berperan sebagai staf,” kata Wirdhanto, Selasa, 5 Desember 2023.
Wirdhanto menuturkan, sejak awal Mei 2023, perusahaan berkedok badan usaha jasa pengamanan (BUJP) ini menjanjikan kepada para korbannya bekerja sebagai sekuriti di sebuah PT C di wilayah Purwakarta. Akan tetapi mereka meminta pelamar memberikan uang kisaran Rp 2-4 juta.
“Mereka dijanjikan akan bekerja di PT C pada 25-28 September 2023,” katanya.
Diiming-iming seragam kerja
Untuk meyakinkan para korban, pelaku menyerahkan seragam PDL sekuriti dan Surat Perintah Kerja (SPK). Selain itu juga mereka melakukan pelatihan berikut pembagian regu pengamanan di perusahaan tersebut.
Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan dari para korbannya.
Namun sampai waktu yang dijanjikan, para pelamar rupanya tidak kunjung bekerja. Hingga belakangan diketahui bahwa rupanya perusahaan ini sama sekali tidak ada kerjasama perekrutan tenaga kerja dengan PT C.
Baca juga: Kedapatan Mengedarkan Sabu, Sepasang Kekasih di Karawang Diringkus Polisi
“Para korban pun merasa tertipu dan melapor ke polisi, sebab ketika menagih uangnya kembali, PT K ini tidak mampu mengembalikan,” ujarnya.
Satu masih buron
Dari laporan tersebut, polisi lalu bergerak mengamankan AS di Dawuan, Cikampek dibantu warga beserta para korban. Tak lama berselang, pelaku KD pun ikut diciduk polisi.
“Masih ada satu lagi terduga pelaku dalam pengejaran kami, dia berperan sebagai admin PT K,” ungkapnya.














