KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menetapkan Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya sebagai lokasi prioritas pelaksanaan program P2WKSS Karawang 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.324-Huk/2026.
Melalui program P2WKSS Karawang 2026, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa berbasis pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang, Wiwiek Krisnawati, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Pajaten didasarkan pada hasil pemetaan menyeluruh, terutama pada indikator Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kondisi ekonomi masyarakat.
Baca juga: Komisi II DPRD Dorong Pasar Johar Jadi Percontohan Pengendalian Inflasi Karawang
Selain itu, faktor kepemimpinan desa juga menjadi pertimbangan, di mana keberadaan kepala desa perempuan dinilai mampu memperkuat implementasi program P2WKSS Karawang 2026.
“Program P2WKSS ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya sistematis untuk mengubah wajah desa melalui pemberdayaan perempuan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Pelaksanaan program P2WKSS Karawang 2026 mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam sektor pendidikan, pelatihan keterampilan seperti produksi UMKM hingga jasa rias pengantin (MUA) diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penguatan ekonomi perempuan juga menjadi fokus utama melalui pembentukan Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Kelompok ini akan mendapatkan pendampingan dari dinas terkait untuk meningkatkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
“Target kami adalah menciptakan perempuan berdaya. Jika perempuan kuat, maka kesejahteraan keluarga juga akan meningkat,” tambah Wiwiek.
Selain sektor ekonomi, program P2WKSS Karawang 2026 juga menyasar ketahanan pangan keluarga. Masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan sehari-hari seperti cabai dan sayuran.
Di bidang sosial dan infrastruktur, pemerintah bersama mitra CSR menyalurkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lansia. Selain itu, perbaikan akses air bersih serta penerapan sistem administrasi digital juga mulai dilakukan untuk meningkatkan pelayanan desa.
Baca juga: UNSIKA Peringati Hardiknas 2026, 20 Ribu Mahasiswa Jadi Bagian Pendidikan Inklusif
Sementara itu, program unggulan Sekolah Perempuan Karawang (Sekoper) tetap dilanjutkan dengan target 100 peserta. Program ini mencakup 10 kali pertemuan intensif yang membahas pengelolaan keuangan keluarga, pola asuh anak, pengembangan diri, hingga membangun hubungan keluarga harmonis.
Melalui program P2WKSS Karawang 2026, diharapkan Desa Pajaten mampu menjadi model pembangunan desa berbasis pemberdayaan perempuan yang dapat direplikasi di wilayah lain. (*)














