Beranda Headline Kurban Berkah Baznas Karawang: Pastikan Distribusi Daging Kurban Tepat Sasaran

Kurban Berkah Baznas Karawang: Pastikan Distribusi Daging Kurban Tepat Sasaran

33
Kurban berkah baznas
Wakil Ketua II Baznas Karawang, Asep Abdullah Syafei: Baznas Karawang memastikan hewan kurban sehat dan distribusinya tepat sasaran. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karawang kembali menghadirkan Program Kurban Berkah Baznas menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Program ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam berkurban sekaligus memastikan distribusi daging kurban tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.

Wakil Ketua II Baznas Karawang, Asep Abdullah Syafei, mengatakan program tersebut rutin digelar setiap tahun untuk membantu masyarakat di wilayah pelosok yang masih jarang mengonsumsi daging kurban.

“Kadang di perkotaan satu masjid bisa memiliki lima sampai enam sapi, belum lagi kambingnya,” ujarnya pada, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: BPN Karawang Gelar Sosialisasi Anti Korupsi untuk Raih Predikat WBK

Menurutnya, kondisi berbeda masih ditemukan di sejumlah daerah pelosok yang distribusi hewan kurbannya minim. Karena itu, melalui Program Kurban Berkah Baznas, masyarakat dapat menitipkan hewan kurban melalui Baznas Karawang agar penyalurannya lebih merata.

Baznas Karawang menargetkan penghimpunan kurban tahun ini mencapai Rp2,6 miliar. Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima pendaftaran peserta kurban.

“Sampai hari ini memang belum ada yang mendaftar, tetapi kami terus menyebarkan informasi melalui media sosial dan platform digital,” katanya.

Asep menilai masyarakat kemungkinan masih menunggu mendekati Hari Raya Iduladha untuk mulai menyalurkan kurban mereka.

Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang dihimpun melalui Program Kurban Berkah Baznas nantinya akan disalurkan kepada para mustahik dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami juga berkoordinasi dengan DKM masjid di seluruh Karawang terkait pendataan dan penghimpunan hewan kurban,” ucapnya.

Selain mendistribusikan kurban, Baznas Karawang juga melakukan pencatatan jumlah hewan kurban yang disembelih di Karawang untuk dilaporkan ke pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

“Nantinya kami laporkan bahwa di Karawang telah dilaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan target penghimpunan sekitar Rp180 miliar,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya tercatat lebih dari 3.000 ekor kambing dan sekitar 1.000 ekor sapi disembelih di Kabupaten Karawang.

“Ini menunjukkan Karawang memiliki potensi besar dalam pelaksanaan kurban,” katanya.

Menurut Asep, target Rp2,6 miliar merupakan nilai penghimpunan kurban yang dititipkan langsung melalui Baznas Karawang. Sedangkan angka Rp180 miliar merupakan estimasi total nilai kurban di Kabupaten Karawang.

Selain memastikan distribusi tepat sasaran, Baznas juga memperhatikan aspek kesehatan hewan kurban agar sesuai syariat Islam dan aman dikonsumsi masyarakat.

Pada 17 Mei mendatang, Baznas Karawang akan menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban bagi DKM masjid di Karawang.

“Kami ingin memastikan alat dan proses penyembelihan aman sesuai ketentuan,” jelasnya.

Baznas juga berkoordinasi dengan bidang peternakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang untuk memastikan kesehatan sapi, kambing, dan domba sebelum disembelih.

“Sehingga hewan kurban yang disalurkan kepada mustahik benar-benar sehat dan terverifikasi,” terangnya.

Pemeriksaan dilakukan baik terhadap hewan dari peternak maupun pedagang hewan kurban di pinggir jalan. Masyarakat juga diimbau lebih teliti sebelum membeli hewan kurban guna menghindari penyakit seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga: Karawang Kembali Terima Sapi Bantuan Presiden untuk Idul Adha 2026

“Jangan sampai setelah penyembelihan justru ditemukan virus antraks atau PMK,” tegasnya.

Baznas Karawang turut berkolaborasi dengan pemerintah dalam pendataan hewan kurban, termasuk yang berasal dari program CSR maupun pihak swasta.

“Intinya, transparansi tetap terbangun dan distribusi kepada mustahik bisa tercatat dengan baik,” pungkasnya. (*)