
KARAWANG – Sejumlah pedagang petasan musiman di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan omset penjualan menjelang malam pergantian tahun 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca hujan hingga imbauan larangan menyalakan petasan saat malam tahun baru.
Salah satu pedagang petasan, Muslim, yang menggelar lapak di depan Taman Bencong Karawang, mengaku penjualan tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga Rabu sore, 31 Desember 2025, pembeli yang datang masih terbilang sepi.
“Biasanya rame, tahun-tahun sebelumnya bisa sampai lima juta lebih sehari. Sekarang yang beli belum banyak,” ujar Muslim.
Baca juga: Malam Tahun Baru, Pemkab Karawang Gelar Rotasi dan Mutasi 216 ASN
Menurutnya, penurunan omset pedagang petasan ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu serta adanya imbauan dari Pemerintah Kabupaten Karawang terkait larangan merayakan malam tahun baru dengan petasan.
“Entah karena hujan atau karena ada larangan dari Bupati,” katanya.
Muslim mengaku mengetahui adanya larangan tersebut. Namun, ia tetap nekat berjualan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan, modal petasan yang dijualnya diperoleh dengan cara berutang.
“Larangan tahu, tapi sekarang susah cari kerja. Kita nganggur, jadi terpaksa jualan petasan musiman. Barang juga dapat ngutang,” ungkapnya.
Pedagang lainnya, Upi, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku khawatir kondisi hujan akan semakin mempengaruhi omset pedagang petasan pada malam pergantian tahun.
“Dari pagi hujan terus. Mudah-mudahan malam nanti ada pembeli,” tuturnya.
Upi menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya ia bisa meraih omset hingga Rp3–4 juta dalam satu malam. Namun, kondisi tahun ini masih belum bisa dipastikan.
Ia juga mempertanyakan konsistensi kebijakan larangan petasan, mengingat di beberapa titik kota masih berlangsung kegiatan hiburan.
Baca juga: Komunitas Cosplay Karawang Gelar Yume Cosu Parade di Ciplaz Karawang
“Kalau dilarang demi menghormati bencana, kenapa acara hiburan masih jalan di beberapa tempat?” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat sekitar tujuh pedagang petasan dan satu pedagang terompet di sekitar Taman Bencong Karawang. Meski cuaca gerimis dan penjualan sepi, para pedagang petasan tetap berharap dagangan mereka habis terjual demi menyambung kebutuhan hidup. (*)













