Beranda Headline Minat Baca Warga Karawang Turun, Kini di Posisi 15 se-Jabar

Minat Baca Warga Karawang Turun, Kini di Posisi 15 se-Jabar

1
Tingkat Gemar Membaca
Minat baca masyarakat Karawang dinilai perlu mendapat perhatian serius. (Foto: Ilustrasi) 

KARAWANG – Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat di Kabupaten Karawang mengalami penurunan signifikan berdasarkan survei yang dirilis Badan Pusat Statistik Jawa Barat.

Dalam data TGM Karawang 2025, skor Kabupaten Karawang tercatat sebesar 59,13 dan menempati peringkat ke-15 di Jawa Barat. Angka tersebut turun drastis dibandingkan TGM Karawang 2024 yang mencapai skor 80,30 dan berada di posisi ke-7.

Penurunan TGM Karawang 2025 ini juga membuat posisi Karawang berada di bawah rata-rata provinsi Jawa Barat yang tercatat sebesar 59,19.

Baca juga: Komisi II DPRD Dorong Pasar Johar Jadi Percontohan Pengendalian Inflasi Karawang

Pada survei sebelumnya, Karawang masih mampu bersaing dengan daerah yang memiliki tingkat literasi tinggi seperti Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kota Depok.

Namun, dalam data terbaru TGM Karawang 2025, posisi teratas justru ditempati oleh Kabupaten Subang dengan skor 63,62, diikuti Kabupaten Sukabumi (63,41) dan Kota Tasikmalaya (63,36).

Penurunan signifikan pada TGM Karawang 2025 menjadi indikator adanya tantangan serius dalam menjaga budaya literasi masyarakat. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kebiasaan membaca, akses bahan bacaan, serta efektivitas program literasi di daerah.

Jika pada tahun sebelumnya Karawang berada di papan atas, kini penurunan TGM Karawang 2025 menempatkannya di bawah sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Baca juga: UNSIKA Peringati Hardiknas 2026, 20 Ribu Mahasiswa Jadi Bagian Pendidikan Inklusif

Perubahan peringkat yang cukup drastis ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Upaya peningkatan literasi dinilai perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dengan capaian TGM Karawang 2025 ini, berbagai pihak diharapkan dapat mendorong kembali minat baca masyarakat agar Karawang mampu bangkit dan kembali bersaing di tingkat provinsi. (*)