
KARAWANG – Angka kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang, Abas Sudrajat, menyampaikan bahwa hingga 1 Januari 2026 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karawang mencapai 17.330 orang. Angka tersebut meningkat 12,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15.217 wisatawan.
Menurut Abas, peningkatan kunjungan wisatawan ini memberikan dampak langsung terhadap ekonomi pariwisata di Kabupaten Karawang, khususnya pada sektor UMKM, perhotelan, kuliner, serta jasa pendukung lainnya.
Baca juga: Bupati Aep Hadiri Penanaman 5000 Mangrove di Pesisir Pantai Utara
“Ada peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi pariwisata, terutama UMKM, hotel, kuliner, dan jasa pendukung pariwisata di Karawang,” ungkap Abas saat ditemui pada Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, tren wisata pada libur Nataru 2025 menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga aktif berbelanja produk UMKM, menikmati wisata kuliner, membeli cendera mata, hingga mengikuti berbagai hiburan keluarga yang tersedia.
Abas menyebutkan, kawasan Karawang Selatan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi pariwisata. Wilayah tersebut memiliki beragam destinasi wisata alam, seperti Curug Cigentis, Green Canyon Karawang, serta kawasan glamping di perbukitan Sanggabuana.
“Di Karawang Selatan terlihat jelas dampaknya. Ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Banyak pelaku UMKM yang merasakan peningkatan omzet selama libur panjang,” jelasnya.
Selain wisata alam, sektor wisata buatan dan wisata perkotaan juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi pariwisata. Sejumlah waterpark berskala besar di kawasan Galuh Mas dan Summarecon Emerald Karawang mencatat rekor kunjungan tertinggi, seiring dengan promosi acara akhir tahun.
Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel di pusat kota dan kawasan industri Karawang selama libur Nataru 2025 tercatat berada di atas 90 persen. Kondisi tersebut turut menyerap tenaga kerja temporer serta meningkatkan pendapatan sektor jasa pariwisata.
“Hotel-hotel menggelar berbagai event akhir tahun, menghadirkan artis nasional hingga paket hiburan keluarga. Ini menandakan pariwisata Karawang mulai terintegrasi dengan industri hiburan dan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara event kebudayaan dan bazar UMKM yang digelar di Lapangan Karangpawitan pada malam pergantian tahun turut mendorong perputaran ekonomi pariwisata di Kabupaten Karawang.
Baca juga: Komunitas Cosplay Karawang Gelar Yume Cosu Parade di Ciplaz Karawang
Meski demikian, Abas mengakui masih terdapat tantangan yang perlu dibenahi, terutama pengembangan sarana dan prasarana destinasi wisata di wilayah Karawang Utara, khususnya wisata pantai yang kerap terdampak cuaca ekstrem.
“Ke depan kami akan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana wisata pantai agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Karawang,” pungkasnya. (*)













