Beranda News Kosmetik Ilegal Marak di Karawang, Dinkes: Kita Tak Punya Datanya

Kosmetik Ilegal Marak di Karawang, Dinkes: Kita Tak Punya Datanya

71

BEPAS, KARAWANG – Maraknya peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Karawang, Dinas Kesehatan mengaku kesulitan mengawasi dan mencegah, serta tidak punya data.

 

Menurut Dinas Kesehatan, data perijinan kosmetik yang legal adanya di Dinas tertentu, Sehingga tidak mengetahui kosmetik apa saja yang sudah punya ijin BPOM atau belum. Terlebih, kosmetik-kosmetik ilegal ini tidak dijual bebas di pasaran, namun dari mulut ke mulut maupun sistem peredaran online.

Sehingga, Dinas Kesehatan (Dinkes) pun kesulitan untuk mendeteksi keberadaan peredaran Kosmetik-kosmetik ilegal tersebut.

Dan terakhir kali ditemukan oleh Dinkes adanya pabrik kosmetik ilegal di Karawang adalah 5 tahun lalu.

“Yang jadi permasalahan sekarang ini adalah banyaknya kosmetik ilegal ini dijual melalui mulut ke mulut atau pun online. Ini yang menjadikan Dinkes mengalami kesulitan untuk mengawasi peredarannya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Nurdin yang ditemui beritapasundan.com di sela-sela kegiatan Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri, Selasa (28/8) di Resinda Hotel Karawang.

Diungkapkan Nurdin, Permasalahan utama dari maraknya kosmetik ilegal ini adalah dikaitkan dengan gaya hidup masyarakat Karawang saat ini, khususnya kaum wanita generasi milenial yang tentu saja membuat peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Karawang ini semakin menjamur.

Pasalnya, dengan harga yang ditawarkan relatif murah, khasiat yang dijanjikan pun cepat. Padahal yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang mengandung zat berbahaya, seperti merkuri dan tidak memiliki label dagang BPOM.

“Ini yang menjadi permasalahannya, kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri menggunakan kosmetik yang tidak memiliki Sertifikat Badan POM. Asumsinya, semakin cepat putih dan kinclong,” pungkasnya.

Masih menurutnya, pihaknya sudah dua tahun efektif mensosialisasikan bahayanya kosmetik ilegal ini ke sekolah-sekolah sebagai bentuk upaya menggugah kesadaran kaum generasi milineal akan bahayanya menggunakan kosmetik ilegal. (nna/kie)

Artikulli paraprakDPRD Karawang Heran Dinkes Tak Punya Data Kosmetik Ilegal
Artikulli tjetërSederet Jurus Tekan Defisit Anggaran ala Acep Jamhuri