KARAWANG – Ketua Kopri PC PMII Karawang, Fani Juantika Fahmi mendesak Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Karawang untuk memastikan tiap sekolah memiliki satgas anti kekerasan seksual.
Hal ini ia singgung, lantaran kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Kabupaten Karawang sudah menjadi kasus yang menahun.
“Ini harusnya menjadi pelajaran ya untuk dinas terkait. Lagi-lagi ini menjadi pertanyaan mengapa tidak kunjung selesai. Padalah kalau ngomongin soal pendidikan, seharusnya Disdik menekankan adanya satgas anti kekerasan seksual di sekolah,” ujarnya, Kamis, 23 November 2023.
Sehubung Kemendikbud RI telah merilis Peraturan Nomor 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Menurut Fani, kasus yang terus meningkat di lingkup pendidikan seharusnya menjadi cambukan bagi Pemerintah Kabupaten Karawang.
Baca juga: Didapuk Sekolah Ramah Anak, Eh Ternyata Gurunya Malah Cabuli Para Siswi di Purwasari
“Predikat Kabupaten layak anak itu sudah dipegang Karawang sejak lama, itu harus dipertanggung jawabkan bersama-sama oleh masyarakatnya, pemerintahnya tentang bagaimana Karawang sebagai Kabupaten layak anak itu mampu diwujudkan secara nyata bukan hanya predikat saja,” katanya.
Ia menjelaskan, ketika sekolah memiliki satgas, mereka akan bertugas melakukan pelaporan, pencegahan, penanganan, preventif sosialisasi dan sebagainya.
Sehingga menurutnya, hal tersebut bisa sedikit memudahkan tugas pemerintah daerah khususnya instansi terkait.
“Yang menjadi indikasi keberhasilan pencegahan kekerasan di lingkup pendidikan sebenernya adalah seberapa banyak satgas PPKS ada di sekolah-sekolah Kabupaten Karawang,” jelasnya.
Baca juga: Terbongkar! Guru SD di Purwasari Cabuli Para Muridnya Sejak 2022, Begini Modusnya
Bagaimanapun, Fani dan jajaran pengurus Kopri cabang Karawang akan terus mendorong Pemerintah untuk terus memonitoring pembentukan satgas anti kekerasan di tiap sekolah.
“Disdik harus memastikan setiap sekolah ada satgasnya,” tegasnya.
“Seluruh pemerintah dan masyarakat harus mampu bersama-sama berkomitmen mengatasi isu kekerasan seksual ini, karena jelas ini memberikan dampak besar bagi anak-anak kita kedepan. Trauma seperti apa yang akan mereka rasakan di masa depan, itu yang harus kita pikirkan,” pungkasnya.














