KARAWANG- Kenali dan waspadai penyakit antraks, dari bakteri (kuman) tanah bisa menyebabkan kematian baik pada hewan maupun manusia.
Antraks sendiri adalah penyakit hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Antrhacis, menyerang hewan-hewan ternak seperti Sapi, Kerbau, Domba, Babi, Burung Unta, bahkan tikus dan marmut.
“Penyakit antraks bersifat zoonosis, artinya dapat ditularkan hewan ke manusia,” ujar Drh. Tatik Muryani salah satu dokter hewan di DPKP Karawang pada Kamis, (13/7).
Baca juga: Warga Tamansari Ngadu ke DPRD Karawang, Minta Proyek Tol Japek II Selatan Dihentikan Sementara
Tatik menjelaskan, penyakit ini harus diwaspadai karena bersifat ganas.
Penularannya bisa melalui kontak langsung, memakan daging hewan yang terjangkit atau menghirup bulu hewan yang tercemar spora antraks.
“Spora antraks ini bisa bertahan hidup lama di tanah, makanya ketika ada ternak yang dicurigai dan positif antraks, ia harus dikubur sedalam 2,5 meter, kemudian di bakar, dikasih kapur untuk mencegah spora itu naik lagi,” jelasnya.
Baca juga: Pernah Berjaya, Plaza Pasar Cikampek Kini Bak Rumah Hantu
Masa inkubasinya sekitar 2 sampai 14 hari, bisa dicegah dengan vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, dan penanganan segera dari tim medis.
Meskipun dapat menyebabkan kematian, penyakit antraks yang menjangkit manusia maupun hewan masih dapat diobati dengan penanganan medis.
“Jangan mengkonsumsi hewan yang sakit. Begitu ada gejala, segera lapor kurang dari 1×24 jam,” pungkasnya.
Ciri-ciri atau gejala penyakit antraks pada hewan:
- Demam
- Gelisah
- Keluar darah hitam dari lubang (hidung, anus, telinga)














