Beranda Headline Kasus DBD Tinggi, Anggaran Fogging di Karawang Cuma Rp 21 Juta

Kasus DBD Tinggi, Anggaran Fogging di Karawang Cuma Rp 21 Juta

6

BEPAS, KARAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat, terhitung hingga Mei 2019 ada sekitar 144 pasien yang positif terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka ini dinilai cukup tinggi.

“Dari 144 pasien yang positif DBD itu satu di antaranya meninggal dunia,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Yayu Sri Rahayu saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/10).

Namun di tengah tingginya penyakit DBD di Kabupaten Karawang, Dinas Kesehatan hanya mengeluarkan anggaran yang sedikit untuk melakukan program pencegahan penyakit tersebut. Salah satunya program foging.

Pada tahun 2019, anggaran untuk program foging hanya 21 juta untuk 150 titik fokus.

“Foging tahun ini untuk 150 fokus. Anggarannya hanya 21 juta untuk operasional,” ungkapnya.

Dan dari 150 titik fokus itu, masih ada beberapa titik yang belum terealisasi. Karena tidak semua permintaan foging bisa dipenuhi.

Dinas kesehatan hanya akan memenuhi permintaan foging setelah melakukan pengecekan dan hasilnya memang positif harus foging.

“Ketika ada yang positif DBD kemudian laporan rumah sakit atau puskesmas koordinasi dengan kita, baru kita lakukan pengecekan dan kita foging. Tahun ini masih ada kuota untuk foging,” katanya menjelaskan.

Yayu juga mengatakan, dengan tingginya angka DBD di Karawang, tentu tidak akan cukup hanya dengan program foging.

Oleh karenanya, ia membuat program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (juru pemantau jentik).

Masih dikatakan dia, program satu rumah satu jumantik sudah ia sosialisasikan dalam setiap kesempatan. Namun program tersebut diperkirakan baru akan berjalan efektif pada tahun 2020 setelah dianggarkan.

“Tahun ini sudah mulai disosialisasikan. Namun program akan berjalan di tahun 2020 setelah ada anggaran. Karena harus ada pelatihan dulu untuk jumantiknya,” pungkasnya. (nna/kie)

Artikulli paraprakSoal Mobil Dinas Tak Juga Dikembalikan, Askun: Itu Aset Negara, Bukan Milik Pribadi
Artikulli tjetërUsai Dilalap si Jago Merah, Cellica Janji Pasar Jatisari Akan Dibangun Lagi