Beranda Ekonomi & Bisnis Imbas Tiktok Shop, Pedagang Pakaian di Karawang Gigit Jari, Omzet Merosot

Imbas Tiktok Shop, Pedagang Pakaian di Karawang Gigit Jari, Omzet Merosot

54
Salah satu pedagang Pakaian di Pasar Johar Karawang yang mengeluhkan jualan nya sepi (Foto: El)

KARAWANG- Pedagang baju dan sepatu di Pasar Johar Karawang keluhkan kondisi toko yang sepi pengunjung, hal itu lantaran maraknya market place seperti tiktok shop yang menawarkan harga sangat murah.

Midah (54) salah satu pedagang pakaian mengungkapkan, dirinya sudah berjualan di Pasar Johar sejak 1985, namun baru sekarang ini mengalami krisis pendapatan.

“Dulu itu seminggu sekali belanja, sekarang baru sekali belanja pas setelah lebaran aja,” ungkapnya saat diwawancarai pada Jum’at, (22/9).

Baca juga: Kualitas Udara Buruk, Dinkes Karawang Rilis Surat Edaran untuk RS dan Puskesmas di 30 Kecamatan

Sebelum jual beli online ramai diminati masyarakat, dagangan Midah setidaknya memperoleh omset 3 juta dalam sehari.

Namun kini, dirinya hanya mengandalkan pendapatan dari pembeli tetap (langganan) saja.

“Sekarang mah penjualan di pasar mati karena pada beralih ke Tiktok. Saya gak ngerti pake tiktok, hp juga enggak bisa, jadi tetep dagang begini,” tutur Midah.

“Kadang nunggu 3 sampai 4 hari baru laris sepotong dua potong baju. Harapannya pengen rame lagi seperti dulu,” tambahnya.

Baca juga: Pengamat Soroti Banyaknya Mobil Dinas Tak Dikembalikan Mantan Pejabat Karawang

Pedagang Sepatu Pasar Johar, Ratna Wilis (47) juga mengalami hal sama. Dulunya ia bisa memperoleh pendapatan 5 sampai 7 juta perhari.

Sekarang paling untung, dirinya mendapatkan omset 1.5 juta, itupun hanya ketika ada momen tertentu seperti hari-hari besar.

“Sekarang udah enggak ada istilah tanggal muda di Johar. Paling rame itu pas bulan puasa mau lebaran, atau pas anak-anak mau masuk sekolah,” katanya.

Bagi Ratna dan pedagang lainnya kondisi saat ini sangatlah berat, baik ramai ataupun sepi setiap tahunnya mereka dituntut harus membayar sewa toko.

“Tentu berat sekali, karena pendapatan menurun drastis dan tuntutan harus tetep dibayar, belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.