
KARAWANG – Semangat menempuh pendidikan tinggi tercermin dari perjuangan Rayfal Fahmi Paturohman, mahasiswa Unsika asal Sukabumi yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Rayfal, lulusan Jurusan Ilmu Keolahragaan (Ikor), mengaku perjalanan kuliahnya di Unsika menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia menyampaikan rasa syukur karena selama menempuh pendidikan mendapatkan dukungan besar dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada KIP yang sudah banyak membantu selama perkuliahan,” ujarnya.
Baca juga: Wisuda Mei 2026, UNSIKA Luluskan 173 Mahasiswa dan Perkuat Langkah Menuju Kampus Global
Selain berhasil menyelesaikan studi di Unsika, Rayfal kini aktif sebagai Asisten Dosen (Asdos). Ia juga terus mengembangkan kapasitas akademiknya dengan memiliki sejumlah publikasi ilmiah yang telah terindeks di Sinta dan Google Scholar. Saat ini, ia tengah mempersiapkan publikasi internasional pada jurnal Scopus Q4.
Dalam penyusunan skripsi di Unsika, Rayfal menggunakan metode Research and Development (R&D), metode yang dinilai cukup kompleks dan umumnya lebih banyak digunakan pada jenjang pendidikan magister maupun doktoral.
“Alhamdulillah skripsi saya juga sudah dibukukan,” katanya.
Penelitian Rayfal berfokus pada cabang olahraga bola voli, khususnya pengembangan model latihan menggunakan resistance bench untuk meningkatkan power atlet.
“Sebelumnya belum ada model latihan seperti ini. Model yang saya buat bertujuan meningkatkan power dalam kondisi fisik atlet,” jelasnya.
Ia mengaku sempat menghadapi tantangan besar saat revisi pasca seminar proposal. Saat itu, penguji menilai metode R&D belum terlalu lazim diterapkan pada jenjang Strata 1.
“Penguji menganggap metode ini lebih pantas digunakan di tingkat magister atau doktoral. Tapi alhamdulillah semuanya bisa saya lalui,” ungkap Rayfal Fahmi.
Bagi Rayfal Fahmi, menyusun skripsi bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan kesempatan untuk meninggalkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Saya ingin meninggalkan sesuatu. Ada kalimat yang memotivasi saya, banyak orang telah tiada, tetapi karyanya tetap abadi. Saya ingin menjadi bagian dari itu,” paparnya.
Setelah lulus dari Unsika, Rayfal Fahmi berharap dapat kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2, baik melalui program LPDP maupun jalur beasiswa universitas.
“Semoga Allah kembali menitipkan kesempatan untuk melanjutkan studi,” tuturnya.
Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan, khususnya angkatan 2022, agar memiliki mental yang lebih kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Baca juga: Wakili Karawang, SDN Palumbonsari IV Siap Bersaing di Adiwiyata Nasional
“Generasi Z sering disebut generasi strawberry karena dianggap mudah menyerah. Saya berharap teman-teman Ikor bisa lebih kuat dan tidak mudah mundur ketika menghadapi kesulitan,” pungkasnya.
Perjalanan Rayfal Fahmi di Unsika menjadi bukti bahwa kerja keras, dukungan KIP, serta tekad untuk berkarya mampu membawa mahasiswa meraih keberhasilan sekaligus meninggalkan jejak akademik yang bermakna. (*)













