
KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana menata kawasan Jalan Tuparev hingga Alun-Alun Karawang menjadi kawasan Kota Tua Karawang. Rencana tersebut disampaikan saat menghadiri Kirab Budaya Tatar Pasundan di Alun-Alun Karawang, Sabtu malam (9/5).
Dalam sambutannya di hadapan ribuan masyarakat, Dedi menyebut penataan kawasan pusat kota Karawang akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai upaya menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, nyaman dan memiliki nilai sejarah serta budaya.
Ia mengungkapkan, konsep penataan itu akan diawali dengan pembangunan “Pelataran Cinta” dari kawasan Stasiun Karawang hingga Alun-Alun Karawang.
“Insyaallah di awal tahun 2027 saya ingin membuat pelataran cinta. Dimulai dari dekat stasiun kereta sampai ke alun-alun,” ujar Dedi.
Tak hanya itu, Dedi juga berkomitmen melakukan penataan kawasan Jalan Tuparev agar menjadi kawasan kota tua Karawang. Salah satu fokus utama yang akan dilakukan yakni merapihkan jaringan kabel listrik yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Karawang dan pihak PLN agar kabel-kabel utilitas di sepanjang kawasan tersebut nantinya ditanam di bawah tanah.
“Kabel-kabel listriknya akan dirapihkan dan dikubur supaya kawasan Tuparev menjadi lebih indah dan tertata,” katanya.
Selain penataan kabel, bangunan pertokoan di sepanjang jalan tersebut juga direncanakan akan ditata dengan konsep seragam agar menghadirkan nuansa kota tua yang khas.
Menurut Dedi, penataan kota tidak hanya sebatas mempercantik tampilan, tetapi juga membangun identitas dan menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Ia pun menegaskan komitmennya bersama Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan berbagai perbaikan infrastruktur lain, mulai dari jalan hingga jembatan.
“Saya sudah bicara dengan Pak Bupati. Jalan-jalan akan diperbaiki, jembatan juga akan dibenahi. Karawang harus ditata menjadi kota yang nyaman dan membanggakan,” ucapnya.
Baca juga: Bupati Karawang Diarak Seniman Silat Indah Garut, Tampak Gembira Nikmati Kirab Budaya
Dedi menilai Karawang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan perkotaan yang modern namun tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya Sunda.
Karena itu, melalui penataan kawasan kota tua dan pembangunan pelataran cinta tersebut, ia berharap Karawang memiliki ruang publik baru yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga destinasi budaya dan wisata di Jawa Barat. (*)













