
KARAWANG – Kondisi arus balik Lebaran 2026 di wilayah Karawang, baik di ruas Tol Jakarta–Cikampek maupun jalur arteri, terpantau masih terkendali. Meski demikian, potensi lonjakan arus balik Lebaran diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas saat ini mulai melandai setelah puncak pertama arus balik Lebaran terlewati.
“Puncak pertama sudah terjadi dua hari lalu, sehingga sekarang arus mulai landai,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Arus Balik 2026: Contraflow Masih Berlaku, Lalu Lintas Japek Relatif Terkendali
Berdasarkan pantauan di lapangan, khususnya di Km 62 Tol Jakarta–Cikampek, arus kendaraan terlihat lancar tanpa kepadatan berarti. Kondisi ini menunjukkan distribusi kendaraan pada arus balik Lebaran mulai merata.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mewaspadai potensi peningkatan volume kendaraan pada puncak berikutnya dalam periode arus balik Lebaran.
“Potensi lonjakan berikutnya ada di tanggal 28 dan 29 Maret, karena itu sudah mendekati hari terakhir libur,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di jalur arteri Karawang yang relatif lengang. Namun, peningkatan volume kendaraan sempat terjadi pada sore hari akibat dampak rekayasa lalu lintas sebelumnya dalam pengaturan arus balik Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas selama periode arus balik Lebaran.
Di jalan tol, rekayasa berupa contraflow disiapkan dari Km 70 hingga Km 47 dan akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi arus balik Lebaran di lapangan.
Sementara di jalur arteri, pengaturan difokuskan di titik-titik krusial seperti Simpang Jomin dan kawasan Karawang Timur. Sistem pengalihan arus dan pengaturan putar balik menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan saat arus balik Lebaran meningkat.
Baca juga: Puncak Arus Balik 2026, Rest Area KM 52B Ditutup, KM 62B Diberlakukan Buka Tutup
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk menghindari pertemuan arus kendaraan dari jalur tol dan arteri, khususnya di kawasan Jomin yang kerap menjadi titik simpul kemacetan saat arus balik Lebaran.
Apabila terjadi lonjakan volume kendaraan secara signifikan, petugas akan memberlakukan skema satu arah di sejumlah titik guna menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama arus balik Lebaran menuju Jakarta. (*)













