Beranda Headline Disperpusip Karawang Perkuat Literasi Digital Lewat Si Kancil dan Spot Baca

Disperpusip Karawang Perkuat Literasi Digital Lewat Si Kancil dan Spot Baca

6
Dinas perpustakaan
Pustakawan Disperpusip Karawang, Gita: Transformasi perpustakaan digital terus diperkuat untuk meningkatkan budaya membaca. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang terus memperkuat layanan literasi digital Karawang melalui berbagai inovasi berbasis teknologi. Salah satunya lewat aplikasi “Si Kancil” dan layanan Spot Baca yang memungkinkan masyarakat mengakses bahan bacaan secara lebih fleksibel, bahkan di luar jam operasional perpustakaan.

Kepala Disperpusip Karawang, Wahidin, mengatakan pengembangan layanan literasi digital Karawang dilakukan sebagai respons terhadap perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi di era digital.

“Sekarang tantangannya bukan hanya menyediakan buku, tetapi bagaimana membangun kebiasaan membaca di tengah masyarakat yang lebih sering mengakses konten singkat melalui gadget,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca juga: Pemkab Karawang Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat P2WKSS 2026

Menurutnya, pendekatan literasi konvensional perlu menyesuaikan karakteristik masyarakat Karawang yang mayoritas bekerja di sektor industri dengan ritme aktivitas yang cepat.

“Karena itu kami mendorong pemanfaatan teknologi agar akses bacaan lebih mudah dijangkau masyarakat,” katanya.

Pustakawan Disperpusip Karawang, Gita, menambahkan inovasi literasi digital Karawang melalui Si Kancil dan Spot Baca lahir dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan perpustakaan.

“Bahkan ada masyarakat yang meminta perpustakaan buka 24 jam. Karena itu kami menghadirkan layanan digital agar masyarakat tetap bisa membaca kapan saja,” ujarnya.

Aplikasi Si Kancil atau Sahabat Inovasi Karawang Cinta Literasi menyediakan berbagai koleksi buku elektronik yang dapat diakses secara daring. Sementara Spot Baca Online hadir dalam bentuk barcode yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Rencananya, Spot Baca akan tersedia di Desa Barugbug Kecamatan Jatisari, Desa Warungbambu Kecamatan Karawang Timur, Desa Gombongsari Kecamatan Rawamerta, Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur, hingga Perpustakaan Daerah Karawang.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Karawang, Rina, mengungkapkan tingginya minat masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan harian perpustakaan.

“Dalam sehari minimal sekitar 100 pengunjung. Bahkan pada hari Jumat bisa mencapai lebih dari 200 orang,” katanya.

Tingginya antusiasme tersebut membuat Disperpusip menyesuaikan jam layanan, khususnya pada hari Sabtu.

“Sekarang layanan hari Sabtu kami tambah menjadi pukul 09.00 hingga 15.00 WIB,” jelasnya.

Selain mengembangkan literasi digital Karawang, Disperpusip juga memperluas layanan perpustakaan ke sejumlah fasilitas publik dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti RSUD, Kejaksaan, BKPSDM, Bagian Hukum, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP).

Baca juga: UNSIKA Peringati Hardiknas 2026, 20 Ribu Mahasiswa Jadi Bagian Pendidikan Inklusif

Tak hanya itu, sekitar 50 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan 20 perpustakaan desa di Karawang juga terus didorong agar kembali aktif.

Wahidin menegaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat meminjam buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat aktivitas dan solusi bagi masyarakat.

“Ke depan, kami ingin literasi menjadi budaya, bukan hanya program,” pungkasnya. (*)