KARAWANG – Yayasan Nahdlatul Islahiyah resmi memulai pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah melalui prosesi peletakan batu pertama di Adiarsa Timur, Kabupaten Karawang, Senin (27/4/2026). Pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah ini menjadi langkah strategis untuk menjawab keterbatasan fasilitas yang selama ini dialami para santri yatim dan duafa.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai lembaga, di antaranya Laznas Agnia Care, Kementerian Agama, MUI Kabupaten Karawang, serta Dinas Pendidikan Karawang.
Ketua Yayasan Nahdlatul Islahiyah, Shodiq Jabar, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 55 anak binaan yang tinggal di asrama tersebut, mulai dari bayi hingga jenjang pendidikan tinggi.
Baca juga: Karawang Peringkat Tiga Kasus HIV di Jabar, Generasi Muda Rentan
Menurutnya, pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah dilatarbelakangi kondisi bangunan lama yang sudah tidak layak, sering bocor, serta memiliki kapasitas terbatas.
“Kami berharap dengan pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah ini, pelayanan kepada anak-anak yatim dan duafa bisa semakin optimal,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Karawang Timur, Gunawan, yang mendukung penuh upaya tersebut.
“Anak-anak yatim dan duafa ini merupakan tanggung jawab bersama. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Laznas Agnia Care, Yudi Ginanjar, menyampaikan bahwa pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah akan dilakukan secara vertikal menjadi lima lantai.
Bangunan tersebut akan dilengkapi fasilitas asrama dan ruang belajar yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas para santri.
“Dengan keterbatasan lahan, konsep pembangunan vertikal menjadi solusi agar kebutuhan santri tetap terpenuhi secara optimal,” jelasnya.
Proyek pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp8 miliar, dengan target penyelesaian pada tahun 2026.
Yayasan Nahdlatul Islahiyah sendiri merupakan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) resmi di bawah Laznas Agnia Care yang telah memiliki izin dari Kementerian Agama, sehingga menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan donasi.
Dukungan pembangunan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Tarekat Idrisiyyah Indonesia, Klinik Chio Medical Center, UPZIS PT Pindodeli, Bulog Karawang, serta Karoto Body and Cat.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah dapat menyalurkan donasi melalui sekretariat yayasan atau kanal resmi yang tersedia.
Baca juga: Pemkab Karawang Peringati Hari OTDA ke-30, Tekankan Evaluasi dan Pelayanan Publik
Kegiatan peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat luas.
Melalui pembangunan asrama Nahdlatul Islahiyah, diharapkan kualitas hidup anak-anak yatim dan duafa di Adiarsa Timur dapat meningkat, sehingga mereka dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang lebih layak. (*)














