KARAWANG – Tekad kuat untuk menunaikan ibadah haji ditunjukkan seorang jemaah haji lansia Karawang, Ma Anah (80), warga Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Meski usianya telah lanjut dan kondisi fisiknya terbatas, ia tetap berangkat ke Tanah Suci demi menjalankan rukun Islam kelima.
Sebagai jemaah haji lansia Kab. Karawang, Ma Anah mengalami cedera pada kaki sejak sekitar dua dekade lalu akibat benturan yang membuatnya tidak bisa berjalan normal. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi niat kuatnya untuk berhaji.
Keinginan menjadi jemaah haji lansia Karawang yang berangkat ke Tanah Suci telah lama ia simpan. Sekitar 13 tahun lalu, ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dan dengan sabar menunggu giliran keberangkatan.
Baca juga: BPBD Karawang Gelar Sosialisasi HKB 2026, Dorong Kesadaran Mitigasi Bencana
Penantian panjang itu akhirnya terwujud pada musim haji tahun ini. Ma Anah pun resmi diberangkatkan bersama rombongan jemaah asal Karawang menuju Tanah Suci.
Dalam menjalankan rangkaian ibadah, jemaah haji lansia Karawang ini menggunakan kursi roda sebagai alat bantu mobilitas. Meski demikian, semangatnya tetap tinggi dalam mengikuti setiap prosesi ibadah.
“Alhamdulillah saya sangat senang bisa berangkat ke Tanah Suci. Dari semalam tidak bisa tidur karena deg-degan,” ujar Ma Anah dengan haru, Jumat (24/4).
Ia mengaku momen ini menjadi salah satu yang paling dinanti sepanjang hidupnya. Rasa bahagia dan haru menyatu, terlebih setelah melewati keterbatasan fisik serta masa tunggu yang cukup lama.
Baca juga: Mentan: Indonesia Menuju Negara Pengekspor Beras, Impor Dihentikan
Selama berada di Tanah Suci, Ma Anah didampingi oleh anak pertamanya, Abdul Halim, yang membantu memenuhi kebutuhannya selama beribadah. Kehadiran sang anak menjadi dukungan penting agar ia dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Kisah jemaah haji lansia Karawang ini menjadi bukti keteguhan hati dan kuatnya niat dalam beribadah. Di tengah usia lanjut dan kondisi fisik yang terbatas, semangatnya tetap menyala, menjadi inspirasi bahwa tekad dan keyakinan mampu mengalahkan berbagai hambatan. (*)














